ACEH SELATAN – Getir kehidupan yang dialami warga prasejahtera di Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, lansung menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengedepankan sisi kemanusiaan dalam memantau kondisi hunian masyarakat, ujarnya kepada media barsela24News.com Sabtu 11/04/2026.
Kegetiran itu salah satunya dirasakan oleh Bakrijar (44). Selama 13 tahun, petani ini bersama istrinya, Roshani (43), dan tiga buah hati mereka bertahan hidup di sebuah gubuk kayu yang kian miring di Dusun Suak Buloh. Struktur bangunan yang rapuh seolah sedang berpacu dengan waktu sebelum benar-benar rata dengan tanah.
"Seluruh atap rumbia sudah bocor parah. Dinding dan lantai papan pun mulai lapuk. Kami tak punya pilihan lain," tutur Bakrijar dengan nada lirih.
Kemiskinan yang mencekik juga membuat keluarga ini tak mampu membangun fasilitas sanitasi layak. Mereka hanya mengandalkan sumur galian terbuka di luar rumah untuk keperluan mandi dan mencuci.
Kondisi yang tak kalah memprihatinkan menimpa keluarga Abdul Malik (42). Empat tahun lamanya, ia dan istrinya hanya berlindung di balik dinding anyaman pelepah kelapa. Alih-alih atap seng atau rumbia, mereka hanya bernaung di bawah bentangan plastik terpal hitam yang seringkali tak berdaya saat diterjang angin kencang dan hujan lebat.
Mendengar laporan tersebut, Bupati Aceh Selatan, Mirwan, langsung mengambil langkah tegas namun menyentuh. Ia memerintahkan seluruh aparatur, mulai dari Camat, Keuchik (Kepala Desa), hingga Kepala Dusun untuk "menjemput bola" dan menyisir setiap sudut desa.
"Saya tidak ingin ada lagi warga kita yang harus tidur dengan rasa was-was karena atap yang bocor atau dinding yang lapuk. Aparatur di tingkat bawah adalah mata dan telinga pemerintah. Saya instruksikan: sisir kembali, validasi, dan pastikan warga yang membutuhkan segera mendapat prioritas bantuan. Ini bukan sekadar urusan administratif, ini urusan kemanusiaan," tegas Bupati Mirwan.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Camat Kluet Selatan, T. Muzhar, langsung turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi Bakrijar dan Abdul Malik. Kehadiran pemerintah di lapangan diharapkan menjadi titik terang bagi masa depan kedua keluarga tersebut.
"Bupati menginstruksikan agar seluruh Camat dan Keuchik proaktif melihat langsung kondisi rumah masyarakat yang tidak layak huni. Kami sedang melakukan validasi data agar keluarga Bakrijar, Abdul Malik, dan warga prasejahtera lainnya masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan rehabilitasi rumah layak huni (RTLH)," ujar T. Muzhar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kini tengah mempercepat proses administrasi agar bantuan stimulan perumahan dapat segera direalisasikan, sehingga tak ada lagi warga yang harus bertaruh nyawa di bawah hunian yang tak layak.
Laporan: Hartini
