FORKOTS DI TANGAN OPET BUDJIK: WARNA BEDA GERAKAN SOSIAL SUMBAWA

Barsela24news.com

Sumbawa - NTB, Jum'at, 17 April 2026 - Di tengah beragamnya gerakan sosial di Kabupaten Sumbawa, LSM Forkots hadir membawa warna yang berbeda. Di tangan Imanuddin Bujick, atau akrab disapa Opet Budjik, Forkots tumbuh sebagai ruang gotong royong yang mengutamakan aksi nyata dan solidaritas lintas kalangan.

Sebagai Ketua LSM Forkots Sumbawa, NTB, Opet Budjik dikenal sebagai aktivis senior yang murah senyum dan rendah hati. Usia yang tak lagi muda tidak mengurangi langkahnya untuk terus membantu sesama. Ia konsisten “memberikan Erika”, yakni semangat dan energi positif, kepada rekan-rekan seperjuangan agar api kolektif tetap menyala.

Warna beda Forkots terlihat dari cara bergeraknya: merangkul tanpa sekat, turun tangan langsung ke masyarakat, dan menjaga komunikasi yang cair dengan semua pihak. Bagi Opet Budjik, pengabdian bukan soal besar kecilnya peran, melainkan soal konsistensi hadir saat warga membutuhkan. Karena itu, kiprah Forkots mudah dikenali dan dirasakan langsung manfaatnya.

Peran dalam Menjaga Kamtibmas

Sinergi untuk keamanan dan ketertiban  
Forkots di bawah arahan Opet Budjik menempatkan Kamtibmas sebagai bagian penting dari gerakan sosial. Melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang terbuka, Forkots ikut meredam potensi gesekan di tengah masyarakat. Hadir bukan sebagai penengah yang menghakimi, tapi sebagai kawan yang merangkul semua pihak untuk duduk bersama mencari solusi.

Membangun kesadaran kolektif
 
Bagi Opet Budjik, Kamtibmas tidak bisa diserahkan hanya kepada aparat. Kesadaran menjaga lingkungan yang aman dan tertib harus tumbuh dari warga sendiri. Karena itu, Forkots aktif mengajak tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen sipil lain untuk sama-sama menjaga Sumbawa tetap kondusif. Langkah kecil seperti mediasi warga, edukasi hukum dasar, dan penguatan nilai kekeluargaan menjadi cara Forkots merawat Kamtibmas dari akar rumput.

Pesan Moral dari Kiprah Opet Budjik

Usia bukan batas pengabdian  
Opet Budjik membuktikan bahwa membantu sesama tidak mengenal angka usia. Selama hati masih peduli dan kaki masih sanggup melangkah, kita selalu bisa jadi manfaat. Pengabdian diukur dari konsistensi hadir, bukan dari sorotan.

Bergerak dengan senyum, merangkul tanpa sekat

Murah senyum bukan sekadar sikap, tapi cara meruntuhkan jarak. Ketika hadir dengan niat tulus dan tanpa kepentingan, kepercayaan tumbuh dan gerakan jadi lebih mudah. Beda warna bukan penghalang bila tujuannya sama: kebaikan untuk sesama.

Jangan lelah berbagi energi baik  

“Memberikan Erika” artinya menjaga semangat kawan seperjuangan. Dalam kerja sosial, yang sering membuat berhenti bukan beratnya medan, tapi padamnya semangat. Maka rawat energi kolektif: saling dukung, saling ingatkan, dan terus turun tangan.

Kata Bijak

Kebaikan tidak butuh panggung, cukup ketulusan

Langkah kecil yang konsisten akan meninggalkan jejak lebih dalam dibanding janji besar yang tak ditepati. Opet Budjik mengajarkan bahwa kerja sosial bukan tentang siapa paling depan, tapi siapa paling setia menemani sampai tuntas.

Gerakan sejati lahir dari hati yang lapang

Saat kita berhenti menghitung untung rugi dalam menolong, di situlah pengabdian menemukan maknanya. Forkots percaya: satu senyum tulus bisa membuka pintu, satu uluran tangan bisa mengubah jalan hidup orang lain.

Melalui pendekatan itu, Forkots di bawah Opet Budjik menegaskan bahwa perubahan lahir dari keteladanan sederhana: hadir, membantu, dan menjaga senyum. Forkots terbuka untuk kolaborasi dengan siapa pun yang ingin bergerak bersama membangun Sumbawa yang lebih solid, peduli, dan aman. (BR)
Tags