JAKARTA, 11 April 2026 - AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) untuk masa bakti 2026-2030. Senator asal Jawa Timur itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-IV PB.MI yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Munas secara resmi dihadiri dan dibuka oleh Wakil Ketua Umum II KONI Pusat masa bakti 2023–2027 Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo. Usai terpilih, LaNyalla bersama jajaran pengurus harian juga dikukuhkan oleh Soedarmo. Keputusan aklamasi tersebut mencerminkan dukungan penuh dari seluruh Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia terhadap kepemimpinan LaNyalla untuk melanjutkan program pembinaan dan pengembangan organisasi ke depan.
Dalam sambutannya usai terpilih, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan serta menegaskan fokus ke depan pada penguatan organisasi dan prestasi atlet. “Fokus kita memperkuat tata kelola, menjaga soliditas, dan meningkatkan prestasi atlet. Seluruh Insan Muaythai Indonesia harus menjunjung integritas dan bergerak dalam satu komando,” ujar LaNyalla.
Ia juga mengingatkan seluruh elemen Muaythai Indonesia untuk menjaga integritas serta tidak memanfaatkan organisasi untuk kepentingan pribadi. PB.MI, lanjutnya, dalam AD/ART hasil perubahan, yang sebelumnya dilakukan dalam Musyawarah Luar Biasa usai Rapat Kerja Nasional, telah membentuk Badan Yudisial yang terdiri dari Komite Disiplin, Komite Banding, dan Komite Etik untuk menegakkan aturan secara tegas.
MI NTB Eddy Sophiaan menyatakan dukungan penuh untuk program-program PBMI, termasuk agenda Pengprov NTB seperti persiapan Porprov NTB yang akan dilaksanakan bulan Juli 2026. “Kami siap mendukung semua program PBMI untuk meningkatkan prestasi Muaythai Indonesia,” kata perwakilan MI NTB.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Soedarmo mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya kembali LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia menilai kepemimpinan LaNyalla mendapat dukungan kuat dan solid dari seluruh daerah. “Proses aklamasi yang cepat menunjukkan soliditas organisasi. Ini modal penting untuk membawa Muaythai terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Soedarmo menegaskan bahwa Muaythai Indonesia harus mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa di kancah dunia. “Kegiatan ini luar biasa. Saya memberikan penghargaan kepada seluruh peserta, pengurus, dan pengprov yang hadir dengan penuh dedikasi dan pengorbanan. Namun, semangat itu harus sejalan dengan pembinaan yang terarah. Outputnya jelas, yaitu melahirkan atlet Muaythai yang mampu menjadi juara dunia,” tegasnya.
Dia juga berharap Muaythai dapat berkontribusi dalam peningkatan prestasi Indonesia di ajang multievent dunia, termasuk Olimpiade. “Kita berharap Muaythai ke depan bisa menyumbangkan prestasi di Olimpiade, termasuk menuju Australia 2032. Ini sejalan dengan target pemerintah untuk mendorong Indonesia masuk peringkat 10 dunia. Muaythai harus ambil bagian dalam mewujudkan target tersebut,” tambahnya.
Munas IV PB.MI menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk membawa Muaythai Indonesia semakin berprestasi dan berdaya saing di tingkat internasional. (BR)
