Lombok Timur, NTB – Kabar baik datang dari dunia filantropi di Kabupaten Lombok Timur. Rencana pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang sempat tertunda kini menunjukkan sinyal hijau yang jelas. Setelah melewati masa transisi kepemimpinan di tingkat nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akhirnya memberikan lampu hijau dan dukungan penuh agar program prioritas ini segera terwujud.
Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, membuka suara terkait kendala yang sempat terjadi. Menurutnya, penundaan yang terjadi beberapa waktu lalu murni bersifat administratif dan teknis, bukan karena masalah substansi program. Hal ini disebabkan karena berakhirnya masa bakti pimpinan di tingkat pusat.
"Persoalannya sederhana, hanya terkait masa bakti pimpinan dan kebijakan. Saat itu, masa bakti pimpinan lama sudah habis sehingga secara prosedur tidak memungkinkan untuk menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU. Kami harus menunggu pimpinan baru resmi dilantik dan memiliki Surat Keputusan (SK) dari Presiden," ungkap Kamli saat ditemui baru-baru ini.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, tim BAZNAS Lombok Timur yang dipimpin Kamli langsung bergerak cepat. Begitu pucuk pimpinan baru di tingkat pusat resmi menjabat, koordinasi intensif segera dilakukan. Bahkan, Kamli mengaku mulai bekerja sejak hari pertama pasca-pelantikan untuk memastikan program kesehatan bagi warga kurang mampu ini tidak terhenti di tengah jalan.
Hasilnya sungguh melegakan. Respon yang diberikan oleh jajaran pimpinan baru di pusat ternyata jauh lebih positif dan suportif dibandingkan ekspektasi.
"Alhamdulillah, responnya sangat positif, bahkan jauh lebih kuat dari sebelumnya. Pertemuan kami kemarin memberikan kepastian yang melegakan. Insya Allah, program ini tidak mundur selangkah pun, justru akan terus melaju kencang menuju realisasi," tambahnya dengan penuh optimisme.
Kehadiran Rumah Sehat BAZNAS ini nantinya diharapkan menjadi solusi nyata dan penopang utama bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu atau mustahik. Langkah ini sekaligus merupakan wujud nyata keselarasan dengan visi Bupati Lombok Timur dalam pemerataan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kamli memohon dukungan berupa doa dari seluruh elemen masyarakat agar proses administrasi hingga pembangunan fisik nantinya dapat berjalan mulus tanpa kendala berarti. Ia pun memberi isyarat bahwa dalam waktu dekat akan ada agenda penting yang melibatkan langsung pihak pusat sebagai bentuk komitmen nyata di lapangan.
"Kami memohon doa restu dari masyarakat semua. Semoga langkah baik ini dipermudah. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membantu menyelesaikan tugas besar pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan melalui jalur zakat dan sedekah," tutup Kamli.
Dengan teratasinya masalah birokrasi kepemimpinan, pembangunan fasilitas kesehatan ini ditargetkan segera direalisasikan guna memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga Lombok Timur yang membutuhkan.
Loporan : Bagoes
