Unjuk Rasa Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Lotim, GANAS Desak Bupati Ambil Tindakan Tegas

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Ratusan massa yang tergabung dalam LSM Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Lombok Timur pada Senin, (20 /4/ 2026), pukul 09.54 WITA. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes keras atas terjadinya kelangkaan dan ketidakstabilan harga gas elpiji bersubsidi tabung 3 kg yang sudah berlangsung lama di wilayah tersebut.
 
Dipimpin oleh Ketua Umum GANAS, Lalu Anugrah Bayu Adi selaku Komandan Lapangan (Kordum) dan Eko Rahadi, S.H. selaku Koordinator Lapangan (Korlap), sekitar 80 orang massa hadir membawa sejumlah atribut aksi, mulai dari mobil komando, sound system, bendera organisasi, hingga spanduk dan selebaran berisi aspirasi masyarakat.
 
Dalam orasi yang disampaikan, massa menyampaikan sejumlah tuntutan utama yang menjadi pokok permasalahan, di antaranya:
1. Memperlancar distribusi dan memastikan stok gas elpiji 3 kg selalu tersedia di setiap pangkalan.
2. Mengembalikan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
3. Aparat penegak hukum melakukan pengawasan ketat dan menindak tegas oknum penimbun serta penyalahgunaan, hingga memproses mereka ke ranah hukum.
4. Menerapkan sanksi seberat-beratnya kepada pelaku agar menimbulkan efek jera.
 
Korlap aksi, Eko Rahadi, S.H., menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja instansi terkait, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Satpol PP. Ia menilai laporan yang disampaikan kedua instansi tersebut hanya bersifat formalitas untuk menyenangkan pimpinan, tanpa mencerminkan kondisi riil di lapangan.
 
"Laporan Disperindag dan Satpol PP terkesan hanya untuk menyenangkan Bupati, padahal di lapangan masyarakat sangat kesulitan. Kami mempertanyakan tanggung jawab Bupati sebagai kepala daerah. Sangat tidak adil jika masyarakat yang kesulitan justru disuruh beralih ke gas non-subsidi yang jelas memberatkan ekonomi," tegas Eko Rahadi di hadapan massa.
 
Lebih lanjut, orator lain menuding adanya permainan harga yang merugikan masyarakat. Disebutkan bahwa harga asli tabung gas seharusnya Rp18.000, namun di pasaran dijual hingga mencapai Rp30.000. Massa juga menuntut agar Kepala Dinas Perdagangan dievaluasi kinerjanya dan dicopot jika dinilai tidak mampu menangani masalah ini.
 
"Bupati jangan bersembunyi di balik gedung. Keluar dan temui kami. Sebelum menjabat, Bupati meminta dukungan rakyat, tapi sekarang saat rakyat mengadu, kami tak kunjung dihampiri. Kami curiga ada oknum di balik kelangkaan ini, bahkan kami menduga ada keterlibatan oknum pejabat," ujar salah satu orator dengan nada tinggi.
 
Menyikapi aksi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Dr. Drs. H. M. Juani Taofik, M.AP., didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Kesbangpol, turun langsung menemui massa pada pukul 10.30 WITA.
 
Sekda menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati yang saat itu sedang memimpin rapat penting. Ia menjelaskan bahwa kelangkaan yang terjadi disebabkan oleh adanya penyalahgunaan gas subsidi oleh oknum pengusaha, terutama di sektor peternakan, yang menggunakan gas dalam jumlah berlebih. Pihaknya mengaku telah mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik tersebut.
 
"Pak Bupati meminta maaf atas keterlambatan penanganan masalah ini. Kami akui ada kekurangan, dan mari kita sama-sama mencari solusi. Kami juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah kuota pasokan yang semula 35.000 tabung per hari menjadi 50.000 tabung per hari," jelas Sekda.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan juga menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari akar permasalahan. Ia meminta dukungan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar distribusi berjalan lancar.
 
Pengamanan terhadap jalannya aksi dilakukan secara ketat namun humanis oleh jajaran Polres Lombok Timur yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lotim, AKP I Made Suardika. Sebelum turun ke lapangan, personel pengamanan telah diberi arahan untuk bersikap santun, mengedepankan pelayanan, dan menghindari tindakan represif jika tidak ada perintah dari pimpinan.
 
Upaya koordinasi dengan pihak pemerintah daerah juga dilakukan sejak awal guna memastikan adanya perwakilan yang siap menerima aspirasi, sehingga situasi tetap kondusif.
 
Setelah terjalin dialog dan disepakatinya beberapa poin kesepahaman, aksi unjuk rasa berakhir secara damai pada pukul 11.00 WITA. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.
 
Berdasarkan pantauan pihak kepolisian, aksi ini digelar sebagai upaya LSM GANAS untuk menunjukkan eksistensinya di mata pemerintah daerah. Namun, jika permasalahan kelangkaan gas elpiji ini tidak segera terselesaikan dalam beberapa hari ke depan, tidak menutup kemungkinan kelompok tersebut akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.

Laporan : Bagoes