Barsela24news, Mataram, 26 Mei 2026 - Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat Fraksi Partai Nasdem, Fakhruddin Rob, S.Sos, mengajak masyarakat NTB memaknai Hari Raya Idul Adha 1447 H sebagai momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian sosial, dan persatuan bangsa.
Dalam rilis resminya, Senin 26 Mei 2026, Fakhruddin Rob menyampaikan ucapan selamat Idul Adha sekaligus pesan reflektif untuk seluruh warga NTB.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga semangat berkurban dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS menginspirasi kita semua untuk lebih peduli, lebih ikhlas, dan lebih bersatu. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa ibadah kurban memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah ﷺ bersabda, _“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah. Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, dan bulunya. Dan sesungguhnya darah kurban itu akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah kurban kalian.”_
Rasulullah ﷺ juga bersabda, _“Makanlah, simpanlah, dan bersedekahlah.”_ Menurut Fakhruddin Rob, hadits ini menegaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual, tetapi bentuk distribusi sosial agar tidak ada yang merasa ditinggalkan di hari raya.
Fakhruddin Rob menekankan, Idul Adha adalah pengingat bahwa nilai tertinggi dalam beribadah adalah keikhlasan. Ia meneladankan kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada Allah SWT. Semangat inilah yang perlu dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya solidaritas sosial. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan. “Idul Adha mengingatkan kita bahwa tidak ada seorang pun yang boleh merasa sendiri dalam kesulitan,” katanya.
Hari raya kurban, lanjutnya, juga menjadi waktu tepat untuk evaluasi diri. Masyarakat diajak memperbaiki akhlak, meningkatkan kejujuran, dan memperkuat tanggung jawab sosial. Di tengah perbedaan, Idul Adha hadir sebagai perekat ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan yang harus dijaga bersama.
Semangat pengorbanan, kata Fakhruddin Rob, tidak boleh berhenti pada 10 Dzulhijjah saja. Nilai kurban harus diwujudkan dalam aksi nyata sepanjang tahun melalui sedekah, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga mengingatkan agar proses penyembelihan dan pembagian daging dilakukan dengan cara yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Ia berharap pesan Idul Adha 1447 H dapat menguatkan ketahanan sosial masyarakat NTB. Dengan meneladani kesabaran Nabi Ibrahim dan Ismail, serta memperkuat peran keluarga sebagai pilar sosial, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi dan sosial ke depan dengan lebih optimis.
“Idul Adha mengajarkan kita bahwa kemajuan daerah dan bangsa membutuhkan pengorbanan bersama. Mari kita jadikan hari raya ini sebagai awal untuk bekerja lebih keras, jujur, dan saling membantu,” tutupnya. (BR)
