Sumbawa Barat, 16 Juni 2026 - Supardinata (Bang Leo) Ketua DPC PPP Kabupaten Sumbawa Barat, menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan umat Islam di seluruh penjuru negeri. Semoga tahun baru ini Allah SWT limpahkan kepada kita semua keberkahan umur, kelapangan rezeki, kekuatan iman, dan semangat baru untuk membangun daerah yang kita cintai ini.
1 Muharram bukan sekadar tanggal merah di kalender. Ini adalah penanda sejarah peradaban. Hijrah Rasulullah Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah adalah keputusan besar yang mengubah wajah dunia. Hijrah bukan lari dari masalah. Hijrah adalah strategi untuk menang. Hijrah adalah keberanian meninggalkan zona nyaman yang penuh kemaksiatan menuju tatanan masyarakat yang berkeadilan, berakhlak, dan saling menguatkan.
Kalau 1447 tahun lalu hijrah itu berarti berpindah tempat, maka hijrah kita hari ini adalah berpindah sikap, berpindah mental, dan berpindah cara kerja. Kita harus hijrah dari malas menjadi giat. Dari saling curiga menjadi saling percaya. Dari mengeluh menjadi memberi solusi. Dari menunggu bantuan menjadi menciptakan peluang.
Al-Qur’an sudah memberi kita rumus perubahan dalam surat Ar-Ra’d ayat 11: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." Jadi jelas, Sumbawa Barat tidak akan maju hanya dengan pidato. NTB tidak akan hebat hanya dengan rencana di atas kertas. Kuncinya ada di kita. Mau berubah atau tidak. Mau bergerak atau tidak.
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." HR. Bukhari. Maka di tahun 1448 H ini, mari kita tinggalkan semua yang membuat daerah ini tertinggal. Tinggalkan praktik suap. Tinggalkan janji kosong. Tinggalkan konflik yang tidak perlu. Tinggalkan kerja asal-asalan. Kita ganti dengan budaya jujur, budaya tepat janji, budaya gotong royong, dan budaya kerja tuntas.
Muharram ini adalah Syahrullah, Bulan Allah. Bulan yang dimuliakan. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." HR. Muslim. Saya mengajak seluruh warga Sumbawa Barat untuk menghidupkan bulan ini dengan puasa Tasu’a dan Asyura di tanggal 9 dan 10 Muharram. Ajak anak-anak kita. Biasakan mereka dengan ibadah. Perbanyak juga sedekah untuk anak yatim, janda, dan kaum dhuafa. Sebab doa mereka adalah energi untuk keselamatan daerah kita.
Tanggal 10 Muharram juga hari kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun. Ini pelajaran penting. Sebesar apapun kezaliman, pasti akan tumbang jika rakyat bersatu dan pemimpinnya takut kepada Allah. Dalam konteks Sumbawa Barat, ini artinya APBD dan semua program pemerintah harus benar-benar hadir untuk mengalahkan kemiskinan, memberantas kebodohan, dan membuka lapangan kerja. Jangan ada anggaran yang bocor. Jangan ada program yang hanya jadi laporan di atas meja.
Rasulullah SAW juga berpesan: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." HR. Ahmad. Ini standar saya dalam bergerak. Bang Leo tidak ingin dikenal karena banyak bicara. Saya ingin dikenang karena ada jejak kerja. Ada jembatan yang dibangun. Ada UMKM yang naik kelas. Ada anak muda yang dapat beasiswa. Ada petani dan nelayan yang tersenyum karena hasilnya dihargai.
Lalu apa agenda hijrah kita untuk Sumbawa Barat dan NTB di 1448 H ini?
Pertama, hijrah ekonomi kerakyatan. Sumbawa Barat punya tambang, punya laut, punya pertanian, punya pariwisata. Semua potensi ini harus hijrah menjadi kesejahteraan untuk rakyat, bukan hanya segelintir orang. UMKM kita harus dibantu naik kelas. Akses modal dipermudah. Pelatihan digital harus sampai ke desa-desa. Petani jagung, nelayan, dan peternak harus dilindungi dari tengkulak dan harga yang jatuh. Pariwisata kita harus berbasis masyarakat. Jangan sampai warga hanya jadi penonton di tanahnya sendiri.
Kedua, hijrah sumber daya manusia. Tidak ada daerah yang maju tanpa orang-orang hebat di dalamnya. Maka pendidikan dan kesehatan adalah prioritas. Saya ingin hijrah dari sekadar membangun gedung sekolah menjadi memastikan kualitas guru dan kurikulum. Saya ingin hijrah dari sekadar ada puskesmas menjadi memastikan ada dokter, ada obat, dan ada pelayanan yang ramah. Tidak boleh ada anak Sumbawa Barat yang tidak sekolah karena miskin. Tidak boleh ada ibu yang melahirkan tanpa pertolongan medis.
Ketiga, hijrah lingkungan. Sumbawa Barat ini indah sekali. Pantai, bukit, laut, hutan kita adalah anugerah. Tapi anugerah ini bisa jadi musibah kalau kita rusak. Maka kita harus hijrah dari kebiasaan buang sampah ke sungai, dari menebang hutan sembarangan, dari membom ikan. Kita ganti dengan gerakan cinta lingkungan. Setiap desa harus punya bank sampah. Setiap pemuda harus jadi pelopor penghijauan. Pariwisata kita harus hijau dan bersih, baru turis betah dan rezeki datang.
Keempat, hijrah pelayanan. Urusan KTP, izin usaha, bantuan sosial, dan layanan kesehatan harus cepat, mudah, dan tanpa pungli. Aparatur harus hijrah dari mental penguasa menjadi mental pelayan. Saya ingin warga Sumbawa Barat kalau ke kantor pemerintah itu pulang dengan senyum, bukan dengan keluhan.
Sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Sumbawa Barat, saya tegaskan bahwa Partai Persatuan Pembangunan berkomitmen menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai ruh perjuangan politik. Politik yang membangun, bukan memecah. Politik yang melayani, bukan dilayani. Politik yang menghadirkan solusi, bukan menambah masalah. PPP akan terus berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan aspirasi umat dan rakyat Sumbawa Barat.
Semua ini tidak bisa saya lakukan sendiri. Tidak bisa hanya oleh bupati atau DPRD. Ini butuh pasukan hijrah. Saya mengajak para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, ibu-ibu PKK, komunitas nelayan, kelompok tani, mahasiswa, kader PPP, dan seluruh masyarakat Sumbawa Barat untuk bersatu. Kalau kita kompak, tidak ada yang tidak mungkin. Kita pernah membuktikan saat sulit, kita bisa saling tolong. Sekarang saatnya kita buktikan saat membangun, kita juga bisa saling dorong.
Mari awali 1448 H dengan tiga langkah. Pertama, muhasabah. Tanya ke diri sendiri: apa satu dosa, satu kebiasaan buruk, atau satu sifat malas yang mau saya kubur di tahun 1447 H kemarin. Kedua, azam. Tetapkan satu target kebaikan yang jelas untuk 1448 H. Misalnya, sedekah Rp10.000 tiap Jumat, atau baca Al-Qur’an satu halaman tiap hari, atau bantu satu UMKM tetangga untuk promosi online. Ketiga, aksi. Kerjakan sekarang. Jangan tunggu besok. Karena Allah mencintai amal yang konsisten meskipun kecil.
Saya berdoa di tahun 1448 H ini, Allah SWT jadikan Sumbawa Barat daerah yang aman, damai, dan sejahtera. Jauhkan kami dari bencana alam, dari konflik sosial, dari pemimpin yang khianat. Dekatkan kami dengan ulama yang lurus, dengan pemimpin yang adil, dengan rezeki yang halal dan berkah. Jadikan anak-anak muda Sumbawa Barat sebagai generasi emas. Cerdas, berakhlak, berani, dan cinta daerahnya.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari kita tutup lembaran lama dengan istighfar, dan kita buka lembaran baru dengan bismillah. Tahun Baru, Semangat Baru, Hijrah Baru untuk Sumbawa Barat yang Lebih Maju, NTB yang Lebih Hebat, dan Indonesia yang Lebih Bermartabat. (BR)
