Lombok Timur, NTB – Sebuah musibah terjadi di Dusun Gunung Goling, Desa Suangi, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa siang (16/6/2026). Seorang pelajar berusia 13 tahun meninggal dunia setelah terseret arus air dan terjepit di pintu pembagi air saat bermain bersama teman-temannya.
Korban bernama MHN, siswa MTs NW Mbung Raja yang berdomisili di lingkungan setempat. Kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WITA, saat korban dan sejumlah temannya pergi mandi dan bermain di aliran suangi yang biasa digunakan warga.
Sekitar pukul 11.20 WITA, saat mereka berjalan menyusuri aliran sambil mencari ikan dan bercanda, korban berlari mendekati pintu air, Arus air yang cukup deras saat itu langsung menyeret tubuhnya hingga terjepit di antara pintu pembuka air.
Teman-temannya segera berusaha menolong dengan mengulurkan kaki dan tangan, namun kekuatan arus yang besar membuat upaya tersebut belum berhasil, Teriakan minta tolong terdengar hingga menarik perhatian warga sekitar, Salah seorang warga bernama Papuk Serah yang mendengar teriakan langsung berlari ke lokasi, namun melihat kondisi air yang tinggi dan deras, ia juga belum dapat menarik korban keluar.
Setelah sekitar 10 menit, petugas pengelola air tiba dan segera membuka gembok pintu air agar tekanan arus berkurang. Korban pun terlepas dari jepitan dan segera dibawa ke Puskesmas Sakra menggunakan kendaraan warga, Namun sayang, setelah diperiksa oleh dokter, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian dari Polsek Sakra telah turun ke lokasi untuk memeriksa TKP, mendengar keterangan saksi, serta mendokumentasikan peristiwa. Hasil sementara menunjukkan bahwa kejadian ini adalah musibah kecelakaan murni akibat terseret arus air.
Jenazah korban telah dijemput keluarga dan dibawa ke rumah duka, Orang tua dan keluarga besar korban menyatakan menerima dan mengikhlaskan kejadian ini sebagai takdir yang tidak dapat dihindari, serta tidak mempermasalahkan peristiwa tersebut.
Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, S.H., S.I.K., melalui kasi humas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi, menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. “Semoga almarhum diterima segala amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi Allah SWT yang terbaik, serta keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan hati. Aamiin,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak, untuk senantiasa mengawasi dan memberikan peringatan kepada anak-anaknya agar tidak mandi, bermain, atau mendekati aliran suangi, saluran irigasi, dan pintu air terutama saat debit air sedang tinggi dan arusnya deras.
“Tempat-tempat tersebut memiliki risiko tinggi, apalagi jika ada pintu pembagi air yang dapat menjepit tubuh. Jangan sampai kesenangan berujung pada musibah yang tidak diinginkan. Kami juga mengajak warga untuk saling mengingatkan dan melaporkan jika melihat anak-anak bermain di tempat berbahaya tersebut demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Laporan : Bagoes
