KETUA MPW PEMUDA PANCASILA NTB EDDY SOPHIAAN, ST: 1 MUHARRAM 1448 H MOMENTUM HIJRAH MEMPERKUAT PERSATUAN DAN SEMANGAT GOTONG ROYONG UNTUK NTB

Barsela24news.com

Mataram NTB, 16 Juni 2026 - Eddy Sophiaan, ST, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Nusa Tenggara Barat, atas nama seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila NTB, mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Nusa Tenggara Barat. Dari ujung Ampenan sampai Sape, dari Selong sampai Taliwang. Semoga di tahun yang baru ini, Allah SWT anugerahkan kepada kita semua kekuatan lahir batin untuk menjadi pribadi yang lebih baik, keluarga yang lebih harmonis, dan bangsa yang lebih bersatu.

Bagi kami di Pemuda Pancasila, 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun. Ini adalah hari besar tentang keberanian dan persatuan. Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah adalah pelajaran politik, pelajaran organisasi, dan pelajaran kepemimpinan yang paling lengkap. Rasulullah tidak hijrah sendiri. Beliau hijrah bersama. Abu Bakar yang setia, Ali bin Abi Thalib yang berani, dan seluruh kaum Muhajirin dan Anshar yang saling menguatkan. Inilah fondasi Madinah. Kota yang dibangun di atas persaudaraan, keadilan, dan gotong royong lintas suku dan agama.

Nilai hijrah itu sama persis dengan nilai Pancasila. Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Maka sebagai ormas yang lahir dari rahim perjuangan bangsa, Pemuda Pancasila NTB memaknai 1 Muharram 1448 H sebagai momentum hijrah total. Hijrah dari ego kelompok menjadi semangat kebersamaan. Hijrah dari konflik menjadi kolaborasi. Hijrah dari apatisme menjadi aksi nyata untuk rakyat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." Ayat ini harus kita tancapkan di dada setiap kader Pemuda Pancasila. NTB tidak akan maju kalau kita hanya menunggu. Kemiskinan tidak akan turun kalau kita hanya mengeluh. Lapangan kerja tidak akan terbuka kalau kita hanya rapat. Perubahan dimulai dari diri kita. Dari loreng yang kita pakai ini. Loreng ini bukan untuk gagah-gagahan. Loreng ini adalah simbol pengabdian.

Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." HR. Bukhari. Maka hijrah kita di 1448 H adalah hijrah meninggalkan penyakit sosial. Tinggalkan narkoba yang merusak generasi muda. Tinggalkan miras yang jadi sumber keributan. Tinggalkan tawuran yang mencoreng nama daerah. Tinggalkan hoax dan ujaran kebencian yang memecah belah. Tinggalkan pungli dan premanisme yang menyusahkan rakyat kecil.

Kita ganti dengan apa? Dengan kader Pemuda Pancasila yang jadi pelopor. Pelopor keamanan lingkungan. Pelopor kegiatan positif untuk pemuda. Pelopor wirausaha yang membuka lapangan kerja. Pelopor perdamaian di tengah masyarakat. Pelopor bela negara dalam arti yang sesungguhnya: menjaga NTB dari segala bentuk ancaman, baik ancaman narkoba, radikalisme, maupun perpecahan.

Bulan Muharram adalah Syahrullah, Bulan Allah. Bulan yang mulia. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." HR. Muslim. Saya instruksikan kepada seluruh MPC, PAC, dan Ranting Pemuda Pancasila se-NTB untuk menghidupkan bulan ini. Puasa Tasu’a dan Asyura tanggal 9 dan 10 Muharram. Santunan anak yatim. Bakti sosial bersih-bersih masjid dan lingkungan. Donor darah untuk kemanusiaan. Kita tunjukkan bahwa Pemuda Pancasila bukan hanya ada saat upacara, tapi hadir di setiap denyut nadi persoalan umat dan bangsa.

Peristiwa 10 Muharram juga mengingatkan kita pada kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun. Firaun adalah simbol kesombongan dan kezaliman. Tapi Allah tenggelamkan dia karena rakyat yang tertindas bersatu dan bertawakal. Pelajaran untuk kita di NTB: sebesar apapun masalah, kalau kita bersatu, tidak ada yang tidak mungkin. Kemiskinan bisa kita kalahkan. Pengangguran bisa kita atasi. Konflik horizontal bisa kita cegah. Syaratnya satu: jangan mau diadu domba. Jangan mau dipecah belah. Pemuda Pancasila harus jadi lem perekat bangsa.

Rasulullah SAW juga memberi standar kemuliaan: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." HR. Ahmad. Ini doktrin wajib bagi setiap kader. Kita tidak butuh kader yang banyak gaya. Kita butuh kader yang banyak karya. Yang bisa bantu UMKM promosi. Yang bisa amankan acara keagamaan. Yang bisa jadi mediator kalau ada sengketa warga. Yang bisa turun langsung saat bencana. Itulah hijrah kita. Hijrah dari organisasi yang hanya di atas kertas menjadi organisasi yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Lalu apa agenda hijrah Pemuda Pancasila NTB di 1448 H ini?

Pertama, hijrah bela bangsa. Kita perkuat kaderisasi berbasis ideologi Pancasila. Kita lawan radikalisme dan intoleransi sampai ke akar. NTB ini rumah besar kita. Islam, Hindu, Kristen, Budha, Konghucu, semua bersaudara di sini. Bhinneka Tunggal Ika itu harga mati. Siapapun yang coba mengusik persatuan di NTB, akan berhadapan dengan Pemuda Pancasila.

Kedua, hijrah ekonomi. Kita akan bentuk “Koperasi Garuda Pancasila” di setiap MPC. Tujuannya jelas: bantu kader dan masyarakat buka usaha. Latihan digital marketing, akses permodalan, sampai bantuan pasarkan produk. Pemuda tidak boleh hanya jadi penonton pembangunan. Pemuda harus jadi pelaku. Harus jadi pengusaha. Harus bisa kasih makan keluarganya dengan tangan sendiri.

Ketiga, hijrah sosial. Kita canangkan “Gerakan Loreng Peduli” se-NTB. Setiap bulan, setiap PAC wajib punya satu kegiatan sosial. Bisa khitanan massal, bisa bagi sembako, bisa bedah rumah, bisa bersih pantai dan gunung. Kita tunjukkan loreng Pemuda Pancasila adalah loreng kemanusiaan. Loreng yang datang saat rakyat susah.

Keempat, hijrah lingkungan. NTB ini destinasi wisata dunia. Mandalika, Rinjani, Senggigi, Moyo, Tambora. Kalau kotor, kalau rusak, siapa yang rugi? Kita semua. Maka setiap kader wajib jadi pelopor lingkungan. Tidak buang sampah sembarangan. Tidak merusak terumbu karang. Tanam pohon di setiap kegiatan. Jaga NTB tetap hijau, bersih, dan indah.

Kelima, hijrah digital. Zaman sudah berubah. Perang hari ini ada di media sosial. Hoax, fitnah, adu domba, itu peluru-peluru yang mematikan persatuan. Maka kader Pemuda Pancasila harus hijrah. Dari penyebar hoax menjadi penangkal hoax. Dari tukang komen negatif menjadi pembuat konten positif tentang NTB. Ceritakan keindahan NTB. Ceritakan kerukunan NTB. Ceritakan prestasi anak-anak NTB. Biar dunia tahu, NTB itu hebat dan damai.

Saya tegaskan, Pemuda Pancasila NTB akan berada di garda terdepan mengawal pembangunan daerah. Kami mitra kritis pemerintah. Kami dukung program yang pro rakyat. Kami lawan kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Kami siap pasang badan untuk menjaga ulama, menjaga umara yang adil, dan menjaga masyarakat dari segala bentuk gangguan.

Untuk itu, saya mengajak seluruh elemen. TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Organisasi Kepemudaan lain, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NTB. Mari kita jadikan 1448 H sebagai tahun persatuan. Tahun gotong royong. Tahun kerja nyata. Jangan kasih ruang untuk perpecahan. Jangan kasih panggung untuk provokator.

Mari kita mulai dengan tiga langkah. Satu, muhasabah. Introspeksi apa yang sudah kita lakukan untuk NTB di 1447 H. Dua, azam. Tekadkan satu kontribusi nyata apa yang mau kita lakukan di 1448 H. Tiga, aksi. Laksanakan. Tidak perlu tunggu perintah. Karena cinta tanah air itu panggilan, bukan paksaan.

Saya berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Di tahun 1448 H ini, lindungi NTB dari bencana dan marabahaya. Jauhkan dari konflik dan perpecahan. Beri kami pemimpin yang takut kepada-Mu dan sayang kepada rakyat. Beri kami pemuda yang kuat imannya, cerdas otaknya, dan besar jasanya. Jadikan Pemuda Pancasila NTB sebagai organisasi yang semakin solid, semakin militan, dan semakin bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang. Sekali Hijrah Dicanangkan, Pantang Kita Berhenti Sebelum NTB Maju dan Sejahtera.

Abadi Perjuangan. Pancasila Abadi.

Eddy Sophiaan, ST  
Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Nusa Tenggara Barat

Humas MPW PP NTB 
Muhammad Rais 
(BR)