Jangan Sampai Harapan Itu Berlalu Lagi, Waketum DPP Gajah Muda Nusantara: Masyarakat NTB Menunggu Pembuktian, Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Mataram, Juli 2025 – Pergantian kepemimpinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) selalu menghadirkan gelombang optimisme. Namun, sejarah juga mencatat bahwa setiap periode pemerintahan lahir dengan janji besar yang belum seluruhnya mampu diterjemahkan menjadi perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua Umum DPP Gajah Muda Nusantara, Muhamad Asgar Nawawi, mengatakan masyarakat NTB selama dua dekade terakhir tidak pernah berhenti berharap. Setiap gubernur datang dengan visi besar, slogan perubahan, dan dukungan publik yang kuat. Akan tetapi, ekspektasi masyarakat sering kali lebih besar daripada hasil yang mereka rasakan.

"Ketika Tuan Guru Bajang memulai kepemimpinan, masyarakat berharap lahir birokrasi yang bersih, profesional, religius, dan berorientasi pada pelayanan publik. Harapan itu begitu besar karena NTB ingin keluar dari berbagai persoalan klasik yang menghambat kemajuan daerah," ujarnya.

Memasuki periode berikutnya, kata Asgar, harapan baru kembali tumbuh ketika Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah, yang dikenal sebagai Duo Doktor, memimpin NTB. Latar belakang akademik keduanya membuat masyarakat percaya bahwa pendidikan, inovasi, riset, dan kualitas sumber daya manusia akan menjadi lompatan besar bagi daerah.

"Lima tahun berlalu. Berbagai program telah dijalankan, tetapi masyarakat tentu memiliki penilaian sendiri terhadap sejauh mana cita-cita besar itu benar-benar tercapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai," katanya.

Kini, kepemimpinan berada di tangan Lalu Muhamad Iqbal, seorang mantan diplomat dan duta besar yang memiliki pengalaman luas di tingkat internasional. Rekam jejak tersebut kembali membangkitkan optimisme bahwa NTB memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, memperluas kerja sama global, memperkuat pariwisata, dan meningkatkan daya saing daerah.

Namun, menurut Asgar, sejak awal masa pemerintahan, berbagai polemik, kritik, dan tekanan politik terus mengiringi langkah gubernur. Kondisi tersebut tidak boleh mengalihkan fokus pemerintah dari agenda utama, yakni menghadirkan perubahan yang nyata bagi masyarakat.

"Pemimpin datang dan pergi. Yang diingat rakyat bukan seberapa hebat pidatonya, bukan pula seberapa ramai pemberitaan tentang dirinya. Yang akan dikenang adalah apakah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik atau tidak," tegasnya.

Ia menilai masyarakat NTB kini semakin kritis. Mereka tidak lagi mudah puas dengan slogan, pencitraan, maupun seremoni. Yang ditunggu adalah hasil yang dapat diukur: pelayanan publik yang lebih cepat, pendidikan yang semakin berkualitas, lapangan kerja yang bertambah, investasi yang tumbuh, angka kemiskinan yang menurun, serta birokrasi yang bersih dan responsif.

"Harapan masyarakat jangan sampai kembali berlalu tanpa makna. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk meninggalkan jejak sejarah. Jangan sampai periode kepemimpinan ini hanya dikenang sebagai masa yang penuh ekspektasi tetapi minim pembuktian," ujar Asgar.

Ia menegaskan bahwa kritik dan pengawasan publik bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari tanggung jawab demokrasi agar setiap janji politik benar-benar diwujudkan.

"Asalkan berpihak kepada kepentingan rakyat, kami akan mendukung setiap langkah pemerintah. Tetapi ketika ada kebijakan yang menyimpang dari harapan masyarakat, kritik yang konstruktif juga harus disampaikan. Itulah fungsi kontrol sosial dalam negara demokrasi," katanya.

Menutup pernyataannya, Asgar mengingatkan bahwa NTB memiliki modal besar untuk menjadi provinsi yang maju. Kekayaan alam, sektor pariwisata, pertanian, kelautan, bonus demografi, hingga posisi strategis di kawasan timur Indonesia merupakan kekuatan yang harus dikelola secara maksimal.

"NTB terlalu sering memulai dengan harapan besar. Kini saatnya membuktikan bahwa harapan itu tidak kembali berakhir menjadi catatan sejarah yang berlalu begitu saja. Masyarakat menunggu kerja nyata, bukan sekadar pergantian kepemimpinan," pungkas Muhamad Asgar Nawawi, Wakil Ketua Umum DPP Gajah Muda Nusantara.

Redaksi