Terpeleset saat Turun dari Puncak Gunung Tembesi, Pendaki dari Sumbawa Barat Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Barsela24news.com

Lombok Timur, NTB — Seorang pendaki wanita asal Sumbawa Barat berhasil dievakuasi dengan selamat setelah mengalami cedera terkilir saat menuruni jalur pendakian Gunung Tembesi, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) jalur selatan gerbang Timbanuh. Proses penyelamatan berjalan lancar berkat kerja sama cepat antara petugas TNGR, kepolisian, dan tenaga kesehatan.
 
Korban bernama Fauziah Julia Zarlinda, 19 tahun, warga Dusun Kuang Belo, Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Ia bersama sembilan orang rekannya berangkat mendaki sejak Selasa (30/6) sekitar pukul 14.00 WITA melalui jalur selatan Timbanuh tanpa didampingi pemandu.
 
Kejadian musibah terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 14.30 WITA, saat rombongan baru saja turun dari puncak Gunung Tembesi. Korban terpeleset sehingga menyebabkan kaki sebelah kirinya terkilir. Meski merasakan sakit yang cukup hebat, korban tetap berusaha melanjutkan perjalanan dengan bantuan teman‑temannya.
 
Namun, sesampainya di Pos 2, kondisi korban semakin memburuk. Kakinya terasa sangat sakit dan tidak dapat digerakkan lagi. Rombongan segera menghubungi petugas Balai TNGR untuk meminta bantuan evakuasi. Sambil menunggu tim penyelamat tiba, korban tetap dibantu berjalan perlahan hingga sampai ke Pos 1 agar lebih mudah dijangkau.
 
Menyikapi laporan tersebut, sekitar pukul 19.15 WITA, Kapolsek Pringgasela IPTU Arif Budiman, S.H. segera melakukan koordinasi dengan Kepala Resort Balai TNGR Aziz Setia Eka Budi. Tak lama kemudian, tim evakuasi gabungan dari TNGR dan tim tenaga kesehatan EMHC berangkat menuju lokasi sekitar pukul 19.30 WITA.
 
Berkat kesiapsiagaan tim, proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Sekitar pukul 21.40 WITA, korban berhasil dibawa turun hingga ke kantor Resort TNGR Timbanuh. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, korban segera dirujuk ke Puskesmas Pengadangan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
 
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dalam keadaan stabil dan masih menjalani perawatan serta pemantauan kesehatan di Puskesmas Pengadangan. Sementara itu, sembilan orang rekannya masih melanjutkan perjalanan turun dari Pos 1 menuju gerbang keluar.
 
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan kondisi fisik, membawa perlengkapan yang memadai, serta disarankan menggunakan jasa pemandu resmi agar perjalanan lebih aman dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” ujar perwakilan petugas TNGR.
 
Koordinasi terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan kesehatan korban hingga kondisinya benar‑benar pulih.
 
Laporan : Bagoes