NADI KEMANUSIAAN: KKN STIS HARSYI LOMBOK TENGAH HADIRKAN LAYANAN KESEHATAN GRATIS, 103 WARGA TERIMA MANFAAT

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Tengah, 31 Agustus 2026 — Pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIS HARSYI Lombok Tengah di Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, tidak sekadar menjadi bagian dari kewajiban akademik.

Di tengah kehidupan masyarakat desa, para mahasiswa memilih menghadirkan sesuatu yang lebih dekat dengan kebutuhan warga: pelayanan kesehatan gratis.

Mengusung tema besar “Nadi Kemanusiaan”, mahasiswa KKN STIS HARSYI Lombok Tengah berupaya menerjemahkan semangat “KKN STIS HARSYI Berdampak” melalui aksi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Program tersebut menyasar warga dari enam dusun di Desa Aik Bukaq, yakni Dusun Labu Pandan, Langgalawe Daye, Langgalawe, Batu Ngerenseng Daye, Batu Ngerenseng Lauk, dan Goak Daye.

Sejak pelayanan dibuka, antusiasme masyarakat terlihat. Warga datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus memperoleh pelayanan medis sesuai dengan keluhan masing-masing.

Secara keseluruhan, kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada 103 penerima.

Bagi mahasiswa KKN STIS HARSYI, angka 103 bukan sekadar statistik. Di balik angka tersebut terdapat warga yang datang membawa keluhan, membutuhkan pemeriksaan, membutuhkan obat, sekaligus membutuhkan perhatian.

Karena itu, Nadi Kemanusiaan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Program tersebut juga menjadi ruang untuk mendengar masyarakat dan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

KOLABORASI UNTUK MASYARAKAT

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara KKN STIS HARSYI Lombok Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah melalui UPTD Puskesmas Teratak, Medical Care NTB, serta Laskar Mahasiswa Peduli Kesehatan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Mahasiswa tidak berjalan sendiri, tetapi menggandeng tenaga kesehatan dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Ketua KKN STIS HARSYI Lombok Tengah, Reksi Sulmayadi Pratama, menegaskan bahwa semangat KKN STIS HARSYI Berdampak harus diwujudkan melalui program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin KKN ini tidak berhenti pada program kerja dan kegiatan seremonial. Semangat KKN STIS HARSYI Berdampak harus bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.”

Menurutnya, pemilihan pelayanan kesehatan sebagai salah satu program utama bukan tanpa alasan. Akses terhadap pemeriksaan dan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Melalui Nadi Kemanusiaan, kami memilih menghadirkan sesuatu yang memang dibutuhkan masyarakat, yaitu akses pemeriksaan dan pengobatan kesehatan secara gratis,” ujarnya.

Reksi menambahkan, keberhasilan program tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah masyarakat yang menerima pelayanan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, komunitas, serta masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Bagi kami, 103 penerima manfaat bukan sekadar angka. Di balik angka tersebut ada masyarakat yang kami layani, kami dengarkan keluhannya, dan kami hadir untuk memberikan manfaat,” tambahnya.

APRESIASI PEMERINTAH DESA

Kepala Desa Aik Bukaq, Hamdan, menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN STIS HARSYI Lombok Tengah.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa bersama tenaga kesehatan memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN STIS HARSYI. Kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa bersama tenaga kesehatan memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh warga,” ungkap Hamdan.

Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN di Desa Aik Bukaq tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

KETIKA PENGABDIAN MENJADI NYATA

Nadi Kemanusiaan menjadi salah satu gambaran bahwa pengabdian mahasiswa tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan rumit.

Terkadang, pengabdian justru bermula dari hal sederhana: hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengarkan keluhan, memberikan pelayanan, dan membantu sebisa mungkin.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN STIS HARSYI Lombok Tengah tidak hanya menjalankan tugas akademik. Mereka juga belajar bahwa ilmu yang dimiliki akan memiliki nilai lebih ketika mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Enam dusun menjadi ruang pengabdian.
103 warga menjadi penerima manfaat.
Dan kolaborasi menjadi kekuatan untuk menghadirkan pelayanan.

Semangat “KKN STIS HARSYI Berdampak” pun tidak berhenti sebagai slogan.

Ia diterjemahkan melalui tindakan: hadir, mendengar, melayani, dan memberikan manfaat.

Bagi KKN STIS HARSYI Lombok Tengah, Nadi Kemanusiaan bukan sekadar nama sebuah program.

Ia adalah pesan bahwa setiap langkah kecil dalam pengabdian dapat memiliki arti besar ketika dilakukan dengan kepedulian.

Sebab, dampak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Terkadang, dampak lahir dari satu pemeriksaan, satu pelayanan, satu kepedulian, dan satu senyum yang diberikan kepada sesama.

KKN STIS HARSYI Lombok Tengah
“Nadi Kemanusiaan — Sejuta Senyum Untuk Sesama.” 

(Tim Loteng)