Diiringi Ratusan Pendukung, Ni Made Ayu Puji Ningsih Resmi Masuk Bursa Pilkades Suranadi

Barsela24news.com

Barsela24News.com | Lombok Barat — Suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, semakin dinamis. Memasuki hari terakhir masa pendaftaran, Ni Made Ayu Puji Ningsih, S.E., resmi menyerahkan berkas pencalonannya sebagai bakal calon Kepala Desa Suranadi, Rabu (7/10/2026).

Perempuan kelahiran tahun 2000 yang akrab disapa Puji tersebut datang ke Kantor Desa Suranadi dengan iring-iringan keluarga, sahabat, relawan dan ratusan pendukung. Mereka berangkat dari kediamannya di Dusun Suranadi Selatan dengan suasana penuh semangat menuju lokasi pendaftaran.

Antusiasme terlihat sepanjang perjalanan. Dukungan masyarakat ditunjukkan melalui yel-yel “Suranadi Maju” yang terus menggema mengiringi langkah Puji menuju proses pendaftaran.

Kehadiran ratusan pendukung tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa langkah Puji untuk maju dalam Pilkades Suranadi mendapat dukungan dari keluarga dan simpatisannya.

Dalam pencalonannya, Puji membawa gagasan yang dirangkum melalui slogan “Tani Kuat, Wisata Hebat, UMKM Berdaya.” Tiga sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian dan membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat Desa Suranadi.

Ingin Mengabdi dan Turun Langsung ke Masyarakat

Puji mengungkapkan, keputusannya maju sebagai bakal calon kepala desa telah dipersiapkan sejak dibukanya tahapan pendaftaran. Berbagai dokumen dan persyaratan administrasi dipersiapkan secara bertahap hingga akhirnya dinyatakan siap untuk didaftarkan.

«“Persiapannya dari jauh-jauh hari, sejak pembukaan pendaftaran. Kami kumpulkan berkas-berkas dan terus mengecek kelengkapannya,” kata Puji usai menyerahkan berkas pendaftaran, Rabu (7/10/2026).»

Setelah seluruh persyaratan dinilai lengkap, Puji kemudian mengajak keluarga dan sahabat untuk bersama-sama mengantarnya ke Kantor Desa Suranadi.

Menurutnya, keputusan untuk ikut dalam kontestasi Pilkades bukan semata-mata soal pencalonan, tetapi berangkat dari keinginan untuk memberikan pengabdian dan hadir lebih dekat di tengah masyarakat.

«“Saya ingin mengabdi dan mewadahi masyarakat. Saya ingin turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.»

Ia menilai Desa Suranadi memiliki sejumlah potensi yang masih dapat dikembangkan secara maksimal. Karena itu, sektor pertanian, pariwisata dan UMKM menjadi bagian dari perhatian yang akan didorong apabila dirinya mendapat kepercayaan masyarakat.

«“Kita memiliki potensi desa, terutama pariwisata dan UMKM. Kemudian sektor pertanian juga harus diperhatikan,” katanya.»

Melalui gagasan tersebut, Puji berharap potensi yang dimiliki Desa Suranadi tidak hanya menjadi kekayaan desa, tetapi mampu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

I Gede Mandia Ajak Semua Pihak Jaga Persaudaraan

Di sisi lain, Penglingsir Desa Suranadi, I Gede Mandia, menyambut baik berlangsungnya proses pendaftaran bakal calon kepala desa. Ia mengaku bersyukur seluruh tahapan dapat berjalan dengan lancar dan para calon mendapat pelayanan yang baik dari panitia.

«“Saya sangat berbahagia dan bersyukur karena proses pendaftaran ini berjalan dengan lancar. Panitia juga menerima para calon dengan sangat baik,” ujarnya.»

Mandia berharap momentum Pilkades tidak hanya menjadi ajang menentukan pemimpin desa, tetapi juga menjadi bagian dari proses demokrasi yang tetap menjaga keharmonisan masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan. Menurutnya, siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat harus diterima sebagai pemimpin bersama.

«“Kami berharap pelaksanaan Pilkades Desa Suranadi benar-benar berjalan dengan penuh kedamaian dan harmonis,” katanya.»

Mandia juga meminta panitia mencermati setiap ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaan Pilkades. Hal tersebut dinilai penting mengingat adanya perubahan regulasi yang perlu dipahami secara bersama.

Ia menyebut ketentuan yang sebelumnya mengacu pada Perbup Nomor 55 Tahun 2026, kini berubah menjadi Perbup Nomor 79 Tahun 2026.

«“Panitia harus mencermati peraturan-peraturan itu agar masyarakat dan para calon benar-benar merasa terlayani. Seluruh proses harus berjalan tertib dan aman,” tegasnya.»

Bagi Mandia, Pilkades bukanlah pertarungan yang harus meninggalkan permusuhan. Perbedaan dukungan merupakan hal biasa dalam demokrasi, namun persaudaraan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

«“Bukan persaingan, tetapi kebersamaan kita bersama. Siapa pun nanti yang menjadi pemimpin, dia adalah pemimpin kita. Mari bersama-sama memajukan Desa Suranadi,” pungkasnya.»

Menambah Dinamika Bursa Pilkades Suranadi

Masuknya Ni Made Ayu Puji Ningsih dalam bursa pencalonan pada hari terakhir pendaftaran semakin menambah warna dalam kontestasi Pilkades Suranadi.

Dengan dukungan keluarga, sahabat, relawan dan ratusan simpatisan, Puji membawa gagasan “Tani Kuat, Wisata Hebat, UMKM Berdaya” sebagai arah perjuangan yang ditawarkan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, seluruh tahapan Pilkades diharapkan tetap berlangsung dalam suasana aman, tertib dan demokratis. Perbedaan pilihan hendaknya tidak menghilangkan semangat persaudaraan, karena siapa pun yang terpilih nantinya memiliki tanggung jawab yang sama: membawa Desa Suranadi menuju arah yang lebih maju dan sejahtera. 

Laporan (Mwr)