Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mujur, Lombok Tengah, dua tokoh dari generasi dan latar belakang berbeda, Nurdji dan Samsul Hamdi, S.Pd, menyerukan agar seluruh masyarakat menjaga proses demokrasi desa tetap jujur, adil, damai dan bermartabat.
Nurdji, mantan Kepala Desa Mujur sekaligus tokoh penggerak perubahan Desa Mujur, mengingatkan masyarakat agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Menurutnya, masyarakat perlu melihat rekam jejak, kemampuan, jaringan serta kesiapan calon dalam membawa Desa Mujur menuju kemajuan.
“Harapan saya, masyarakat benar-benar memilih pemimpin yang mampu membawa Mujur lebih maju dan berdaya saing. Pilihlah pemimpin desa yang memiliki relasi dan jaringan, serta terbukti siap membawa Mujur menjadi desa yang mandiri dan terus berinovasi,” ujar Nurdji kepada awak media, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Nurdji, kemampuan membangun koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari tingkat daerah hingga pusat, menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan masyarakat dalam menentukan pilihan.
Ia menekankan, jaringan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Mujur.
“Jaringan luas itu penting untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan pejabat, baik di tingkat daerah maupun pusat, demi membawa Desa Mujur menjadi desa yang adil, aman dan harmonis,” katanya.
Sementara itu, Samsul Hamdi, S.Pd, yang akrab disapa Andi, juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh politik uang dalam kontestasi Pilkades.
Tokoh pendidik di Lombok Tengah, tokoh muda Mujur sekaligus mantan anggota BPD Desa Mujur tersebut mengingatkan bahwa politik uang berpotensi memberikan dampak panjang terhadap kehidupan pemerintahan dan masyarakat desa.
“Jangan sampai masyarakat terpancing dengan politik uang, karena hal tersebut dapat merusak tatanan desa dalam jangka panjang,” tegas Andi.
Selain persoalan politik uang, Andi juga mengingatkan agar perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak sampai merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.
“Masyarakat harus bijak dalam menentukan pilihan. Jangan sampai kontestasi Pilkades justru membuat hubungan kekerabatan menjadi retak,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
“Mari kita sama-sama menjaga kondusivitas keamanan dalam proses pemilihan. Gunakan hak pilih dengan bijak dan pertimbangkan calon yang menurut masyarakat memiliki kemampuan serta program yang jelas untuk membawa Mujur lebih maju, adil dan masyarakat lebih sejahtera,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Nurdji kembali mengimbau seluruh warga Desa Mujur agar menjadikan Pilkades sebagai momentum menentukan arah pembangunan desa secara demokratis.
Ia berharap masyarakat dapat memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional, termasuk melihat rekam jejak, pengalaman, kemampuan membangun komunikasi, serta komitmen masing-masing calon terhadap kemajuan Desa Mujur.
“Sekali lagi saya berpesan kepada seluruh warga Desa Mujur, mari memilih pemimpin yang tepat, teruji dan mempunyai kemampuan serta jaringan yang dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan desa,” kata Nurdji.
Kedua tokoh tersebut pada akhirnya menyerukan pesan yang sama: Pilkades Mujur harus berlangsung secara jujur, adil, damai dan tetap menjaga persatuan masyarakat.
Perbedaan pilihan, menurut mereka, merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun setelah kontestasi berakhir, masyarakat tetap harus kembali bersatu sebagai satu keluarga besar Desa Mujur.
(Mkr/tim)
