LOMBOK BARAT, Barsela24News.com — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mulai memasuki fase penting. Bahri, S.IP, yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Desa Peresak, resmi mendaftarkan diri kembali sebagai bakal calon Kepala Desa pada Jumat, 2 Oktober 2026. Ia tercatat sebagai pendaftar bakal calon ke-5.
Pendaftaran bakal calon Kepala Desa Peresak dibuka sejak 28 September dan dijadwalkan berlangsung hingga 7 Oktober 2026. Selama masa pendaftaran, proses penjaringan bakal calon masih berlangsung sesuai tahapan yang ditetapkan panitia.
Hari ini, di dampingi Isteri beserta tim sukses Bahri datang ke Kantor Desa Peresak untuk mendaftarkan diri dengan didampingi puluhan massa dan simpatisan. Mereka terdiri dari sejumlah tokoh agama, ibu-ibu, pemuda, serta remaja yang turut mengantarkan proses pendaftaran tersebut. Kehadiran masyarakat dari berbagai unsur itu turut mewarnai suasana pendaftaran yang berlangsung di Kantor Desa Peresak.
Bahri sebelumnya dilantik sebagai Kepala Desa Peresak pada 6 Februari 2019 dan hingga saat ini masih menjalankan tugas sebagai Kepala Desa Peresak. Masa jabatannya dijadwalkan berakhir pada 6 Februari 2027.
Dalam pencalonannya, Bahri mengusung semangat “Lanjutkan Kebersamaan Membangun Desa Peresak, Lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera.” Gagasan tersebut dirangkum dalam tagline “Lanjutkan Ikhtiar RAMAH”, yakni Responsif, Amanah, Merakyat, Adil, dan Harmonis.
Tagline tersebut menggambarkan nilai yang ingin dikedepankan dalam pelayanan dan pembangunan desa, mulai dari merespons kebutuhan warga, menjaga amanah, membangun kedekatan dengan masyarakat, memberikan pelayanan secara adil, hingga memperkuat keharmonisan di tengah warga.
«“Lanjutkan Ikhtiar RAMAH: Responsif, Amanah, Merakyat, Adil, dan Harmonis.”»
Perjalanan Pembangunan dan Program yang Masih Berproses
Sebagai kepala desa yang masih menjabat, Bahri menyampaikan bahwa dalam perjalanan pemerintahannya masih terdapat sejumlah program yang belum seluruhnya dapat diselesaikan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pasca bencana alam (gempa Lombok, NTB) dan pandemi COVID-19.
Situasi tersebut turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah agenda pembangunan dan pelayanan masyarakat. Beberapa pekerjaan, menurutnya, membutuhkan penyesuaian dan penyelesaian secara bertahap.
«“Tentunya masih ada program yang sebelumnya menjadi bagian dari visi dan misi yang belum dapat kami realisasikan. Ada berbagai kendala yang kami hadapi, termasuk pasca bencana alam (gempa Lombok, NTB), dan kemudian disusul pandemi COVID-19,” ujar Bahri.»
Di sisi lain, ia menyebut sejumlah program telah berhasil dilaksanakan selama menjalankan tugas sebagai Kepala Desa Peresak.
«“Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, tentu sudah banyak program yang berhasil kami realisasikan. Apa yang telah kami lakukan merupakan bagian dari ikhtiar untuk membangun Desa Peresak agar semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.»
Menurut Bahri, pembangunan desa membutuhkan proses dan kesinambungan agar program yang telah berjalan dapat diteruskan dan pekerjaan yang masih tertunda dapat diselesaikan.
«“Membangun desa tidak cukup hanya dengan satu periode. Dibutuhkan kesinambungan agar program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan dan program yang belum terealisasi bisa dituntaskan. Pembangunan membutuhkan proses, bahkan bisa membutuhkan dua atau tiga periode agar hasilnya dapat benar-benar dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ungkapnya.»
Bahri Ajak Warga Gunakan Hak Pilih dengan Bijak
Di tengah berlangsungnya tahapan Pilkades, Bahri mengajak masyarakat Desa Peresak untuk menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan terjadinya perpecahan.
Ia juga mendorong warga menggunakan hak pilih secara bijak dengan mempertimbangkan visi, misi, rekam jejak, kemampuan, dan komitmen masing-masing calon.
«“Jadilah pemilih yang cerdas dan senantiasa menjaga keamanan. Mari kita bersama-sama menjaga agar seluruh proses Pilkades berjalan aman, damai dan kondusif,” pesannya.»
Sementara itu, Panitia Pilkades Desa Peresak mengajak seluruh bakal calon, pendukung, dan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Panitia meminta masyarakat tetap menghormati perbedaan pilihan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan.
«“Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat Desa Peresak. Mari kita jaga bersama agar seluruh tahapan dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan damai. Siapa pun yang menjadi pilihan masyarakat nantinya, persaudaraan dan kebersamaan sebagai warga Desa Peresak harus tetap kita jaga,” pesan Panitia Pilkades Desa Peresak.»
Pendaftaran bakal calon masih berlangsung hingga 7 Oktober 2026. Seluruh pihak diharapkan mengikuti setiap tahapan sesuai ketentuan dan bersama-sama menjaga suasana tetap aman serta kondusif.
Bagi Bahri, pencalonan kembali merupakan bagian dari ikhtiar untuk melanjutkan pembangunan Desa Peresak dan menyelesaikan berbagai program yang masih berproses.
«“Bersama kita bisa. Bersatu, berusaha, dan berdoa untuk Desa Peresak yang lebih baik.”»
Laporan: Mwr
