Program 100 Hari Kapolres Nagan Raya, AKBP Muhammad Taufiq Berantas Narkoba hingga ke Akar-Akarnya

Barsela24news.com

 


Nagan Raya- Lingkaran Polri. Id" Komitmen memberantas peredaran narkotika menjadi salah satu perhatian serius Kapolres Nagan Raya, AKBP Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H. Dalam program 100 hari kepemimpinannya, pemberantasan narkoba ditegaskan tidak boleh berhenti hanya pada pengguna atau pelaku di lapangan, tetapi harus menyasar jaringan hingga ke akar-akarnya" Rabu ( 07 /10/2026 )


Kapolres Nagan Raya menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius terhadap masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, upaya pemberantasan membutuhkan langkah tegas, terukur, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.


Penindakan terhadap kasus narkotika, menurut semangat program tersebut, tidak hanya berorientasi pada siapa yang tertangkap membawa atau menggunakan narkoba. Aparat juga perlu mengembangkan setiap perkara untuk mengungkap asal barang, jaringan pemasok, pengedar, hingga pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari mata rantai peredaran narkotika.


Tidak ada pintu bagi narkoba. Kita akan terus melakukan upaya pemberantasan dan menindak setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” demikian ketegasan Kapolres Nagan Raya dalam komitmennya terhadap pemberantasan narkoba.


Program 100 hari tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kinerja jajaran Polres Nagan Raya dalam menciptakan Kabupaten Nagan Raya yang aman dan terbebas dari ancaman narkotika.


Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Informasi masyarakat dinilai penting karena pemberantasan narkoba tidak mungkin dilakukan aparat kepolisian seorang diri.


Ketegasan Kapolres menjadi pesan jelas: perang terhadap narkoba bukan sekadar slogan. Setiap jaringan yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum, sementara masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.


Laporan : Sukma Afrizal