Sempat Terjadi Polemik di Golkar Abdya, Kader Muda Ajak Pengurus Bersatu, Menerima Hasil Musda

Barsela24news.com
Zulbaidi ZA, S.Pd.i (Kader Muda Partai Golkar) Alumni Bela Negara Cibubur

Abdya - Kader muda Partai Golkar, Zulbaidi ZA, menyatakan siap mendukung dan menyukseskan Musda Golkar Abdya, yakni Musyawarah Daerah DPD II Golkar Kabupaten Aceh Barat Daya. 


Mantan ketua AMPI Abdya ini berharap kader Golkar menjaga soliditas dan mematuhi setiap keputusan partai demi keberlangsungan organisasi.


Menurut Zulbaidi, perbedaan pandangan dalam dinamika organisasi adalah hal yang wajar. Namun, kader diharapkan lebih mengedepankan kepentingan partai daripada mempertajam perbedaan.


"Lebih baik kita bersatu dan berkarya demi kebaikan partai daripada menjadi duri di tubuh sendiri. Soliditas merupakan modal penting untuk menjaga keberlangsungan dan membesarkan Golkar di Aceh Barat Daya," ujarnya


Zulbaidi sendiri pernah tercatat sebagai Caleg dari partai berlambang beringin pada pemilu tahun 2019 lalu dari daerah pemilihan Babahrot - Kuala Batee, meskipun memperoleh suara terbanyak urutan dua, setidaknya kontribusi Zulbaidi berhasil menyumbang satu kursi di dapil III tersebut.


Hasil pengalaman itu menjadi langkah awal perjalanan politiknya sekaligus mendorong komitmennya untuk terus berkontribusi bagi Golkar.


Zulbaidi tidak tercatat aktif dalam kepengurusan DPD II Golkar Abdya periode 2020–2025. ia mengaku telah mengikuti perjalanan dan dinamika partai tersebut selama belasan tahun.


Zulbaidi juga menyinggung berbagai polemik terjadi menjelang Musyawarah Daerah partai Golkar Abdya, mulai dari pengunduran diri Ketua Organizing Committee (OC) hingga penundaan agenda Musda. 


Menurutnya, selaku kader ia menyadari semua yang berlaku merupakan bagian terkecil dari dinamika internal yang harus disikapi secara bijaksana.


"Pertama, sebagai kader kita harus konsisten dan patuh terhadap setiap keputusan yang berlaku di internal partai, termasuk proses dan hasil Musda. Meskipun berbagai polemik telah terjadi, saya menilai hal tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa," katanya.


Kader Muda Beringin yang pernah mengikuti pendidikan politik dan Bela Negara Partai Golkar di Cibubur pada 2016 ini menegaskan, perbedaan pendapat tidak semestinya menghambat konsolidasi atau mengganggu persiapan partai menghadapi agenda politik mendatang.


Ia berharap para alumni Bela Negara dapat berperan untuk memperkuat konsolidasi partai, terutama dengan membangun sinergi bersama kepengurusan yang terbentuk setelah Musda nantinya.


Ia menilai, siapa pun kader yang kelak mendapat amanah sebagai ketua harus dihormati dan didukung demi kepentingan bersama.


"Kita harus saling melengkapi dalam setiap agenda politik internal. Karena itu, penting bagi seluruh kader untuk memberikan dukungan kepada siapa pun yang terpilih. Kader yang menerima mandat organisasi harus diberi ruang untuk menjalankan tanggung jawabnya," ujarnya.


Ia mengingatkan agar kader tidak melakukan manuver yang berpotensi memicu perpecahan setelah keputusan Musda ditetapkan. 


Menurutnya, kedewasaan berorganisasi tercermin dari kemampuan menerima keputusan bersama sambil tetap berkontribusi bagi kemajuan partai.


Zulbaidi pun mengajak seluruh kader konsisten mengikuti tahapan dan mekanisme Musda, termasuk menghormati keputusan yang ditetapkan sesuai ketentuan organisasi.


Ia berharap Musda Golkar Abdya menjadi momentum memperkuat persatuan, membangun komunikasi yang lebih baik antarkader, serta menyiapkan kepengurusan yang mampu menjalankan agenda organisasi secara solid.


"Yang terpenting, setelah Musda kita kembali bersama. Jangan sampai perbedaan selama proses berlangsung justru menjadi penghalang bagi kemajuan Partai Golkar di Aceh Barat Daya," tutupnya.


Laporan : Redaksi