Bola Panas "Koperasi Desa Merah Putih"

Barsela24news.com
Koordinator Lembaga Study Profesi Indonesia (LSPI), Pemerhati Desa, Ahmad S. AMd

Barsela24news | Desa kembali menjadi sorotan setelah rencana pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memicu diskusi hangat di berbagai kalangan, tak hanya menjadi pembahasan ringan di warung kopi, isu ini berubah menjadi bola panas yang terus bergulir dari ruang musyawarah hingga percakapan warga sehari-hari

Rencana pendirian koperasi yang digagas untuk menguatkan ekonomi desa itu rupanya tidak berjalan mulus. Meski banyak warga mendukung langkah pemerintah desa dalam menghadirkan lembaga ekonomi yang dianggap mampu menjadi pusat layanan usaha, sejumlah pihak justru mempertanyakan proses dan kesiapan yang ada. 

Sebagian warga melihat koperasi ini sebagai peluang baru untuk menata perekonomian desa. Mereka menilai bahwa keberadaan koperasi dapat; membuka lapangan pekerjaan, memudahkan masyarakat dalam mendapatkan barang serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada pihak luar. 

Namun, di balik dukungan itu, muncul pula suara kritis yang tak kalah lantang. Beberapa anggota BPD dan masyarakat mempertanyakan transparansi proses, kesiapan manajemen, hingga pemanfaatan aset desa sebagai lokasi koperasi. 

Isu penggunaan lahan desa di beberapa titik lokasi desa turut memicu perdebatan. Ada warga yang setuju karena lokasinya strategis, sementara yang lain mengingatkan agar aset desa tidak diputuskan secara tergesa-gesa tanpa kajian mendalam. 

"Jangan sampai koperasi hanya menjadi proyek yang terburu-buru tanpa perencanaan matang, ujar salah satu anggota BPD

Untuk meredam dinamika yang terus meningkat, pemerintah desa segera menggelar rapat intensif bersama BPD, pengurus koperasi dan perwakilan masyarakat. Kepala desa menegaskan bahwa Pembagunan koperasi bukan proyek sepetak, melainkan keputusan bersama yang harus mengutamakan kepentingan warga

"Kami ingin semua proses berjalan sesuai aturan dan melalui musyawarah yang transparan, " Tegasnya

Menunggu arah bola panas

Menariknya, dari pusat sampai ke desa sampai ke ujung_semua berbicara soal aturan baru dan kelembagaan, tapi yang kena imbasnya tetap SDM desa. Apapun latar belakangnya, semua disamaratakan. 
"pokoknya ikut aturan yang baru ", padahal Indonesia itu sangat bervariasi letak geografisnya. 

Ada desa pesisir yang mengandalkan lautnya, ada desa pegunungan yang jauh lebih susah akan akomodasi nya, ada desa perkotaan yang berkembang pesat, ada pula desa di pinggiran yang sedang berkembang. Tapi, ya namanya aturan tetap aturan

Meskipun sebagian masih sebatas wacana akhir tahun, namun sudah cukup mengguncang seluruh Indonesia dan menjadi trending topik akhir tahun. Masalahnya, di terapkan sama rata dalam medan yang berbeda. 

Hingga berita ini diturunkan rapat rapat pembahasan koperasi masih berlangsung. Suhu pembicaraan terlihat semakin hangat, namun masyarakat berharap bola panas ini pada akhirnya bergulir ke arah positif, menghasilkan keputusan terbaik bagi Koperasi Desa Merah Putih. 

Apakah Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi tonggak kemajuan ekonomi desa atau justru memunculkan persoalan baru?. (Red)