Dapur Yayasan Ammar Aceh Madani Tutup, Jatah Makan Bergizi Anak Terhenti Orang Tua Kesal

Barsela24news.com
Dapur MBG Yayasan Ammar Aceh Madani, dok: hartini

Aceh Selatan — Tutupnya dapur Makanan Bergizi ( MBG) milik Yayasan Ammar Aceh Madani  yang terletak di jalan T. Meurah Adam Gampong Kota Fajar Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan, menuai keluhan luas dari para orang tua murid. Pasalnya, sejak dapur tersebut berhenti beroperasi, jatah makan bergizi yang selama ini diterima anak-anak sekolah mendadak terhenti, memicu kekecewaan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.


Program makan bergizi yang dijalankan Yayasan Ammar Aceh Madani selama ini menjadi sandaran penting bagi banyak keluarga, khususnya orang tua dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Selain membantu pemenuhan gizi harian anak, program ini juga meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Namun, sejak dapur yayasan tidak lagi beroperasi, manfaat tersebut hilang begitu saja.


Sejumlah orang tua mengaku kesal karena ada beredar surat pemberitahuan dari pihak Yayasan Ammar Aceh Madani ke sekolah sekolah, yang mengatakan berhenti sementara karena "belum dibayarkan biaya operasi" Sebenarnya kami sebagai masyarakat tidak mau tau tentang masalah itu, karena yang kami tau program makanan bergizi ( MBG) itu lansung dari pemerintah Pusat.ucap salah seorang orang tua murid yang tidak ingin disebutkan namanya di media ini. 


Mereka mengetahui program dihentikan setelah anak-anak pulang sekolah tanpa membawa jatah makanan seperti biasanya. “Anak saya pulang dan bilang tidak ada lagi makan dari sekolah. Kami terkejut dan kecewa, karena selama ini sangat membantu,” ujar salah seorang wali murid  kepada media barsela24News.com, Kamis 15/01/2026 dengan nada kesal. 


Menurut informasi yang beredar, penghentian operasional dapur yayasan disebabkan persoalan internal, salah satunya terkait pembiayaan yang belum terselesaikan. Akibatnya, dapur yang biasanya memasak dan mendistribusikan makanan bergizi untuk ribuan  anak terpaksa ditutup sementara waktu. Kondisi ini berdampak langsung pada kelangsungan program makan bergizi di sejumlah sekolah yang menjadi sasaran program tersebut.


Para orang tua berharap ada kejelasan dari pihak yayasan maupun pihak terkait mengenai kelanjutan program. Mereka menilai, persoalan administrasi atau pembayaran seharusnya tidak serta-merta mengorbankan hak anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi yang layak. 

“Kalau memang ada masalah, seharusnya dicari solusi, bukan langsung dihentikan. Anak-anak yang jadi korban,” ungkap orang tua lainnya.


Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat juga angkat bicara. Mereka meminta agar semua pihak duduk bersama untuk mencari jalan keluar terbaik. Menurut mereka, program makan bergizi bukan sekadar bantuan biasa, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda di daerah.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang rinci dari pengelola Yayasan Ammar Aceh Madani terkait kapan dapur akan kembali beroperasi dan bagaimana solusi atas keluhan orang tua murid. Masyarakat berharap ada langkah cepat dan konkret agar program makan bergizi dapat kembali berjalan normal, sehingga hak anak-anak untuk mendapatkan makanan sehat dan bergizi tidak terus terabaikan.


Laporan : Hartini