Aceh Selatan – Warga Gampong Lhok Ketapang, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengeluhkan kondisi Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) setempat yang gelap gulita setiap malam. Tidak adanya penerangan di sekitar gedung pemerintah tersebut membuat masyarakat sekitar merasa resah dan ketakutan, terutama saat malam hari.
Menurut penuturan warga, gedung PMI yang berada di lingkungan permukiman itu sudah lama tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisinya tampak terbengkalai, tanpa aktivitas dan tanpa penerangan memadai. Saat malam tiba, suasana di sekitar gedung berubah mencekam karena gelap dan sepi, sehingga memicu kekhawatiran warga akan potensi tindak kriminal maupun gangguan keamanan lainnya.
“Kalau malam hari sangat gelap. Lampu tidak menyala, gedungnya juga kosong. Anak-anak dan ibu-ibu takut melintas di depan gedung itu,” ujar salah seorang warga Lhok Ketapang, yang tidak ingin di tuliskan namanya di media ini, Selasa 13/01/2026 .
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama namun belum ada perhatian serius dari pihak terkait.
Keluhan senada juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai, sebagai gedung milik pemerintah, seharusnya fasilitas tersebut dirawat dan dijaga dengan baik. Setidaknya, penerangan di sekitar gedung dihidupkan agar tidak menimbulkan kesan angker dan membahayakan keselamatan masyarakat.
“Ini gedung pemerintah, bukan bangunan kosong tak bertuan. Kalau dibiarkan seperti ini, masyarakat yang dirugikan. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap warga lainnya.
Selain menimbulkan rasa takut, kondisi gelap gulita tersebut juga dinilai mencoreng wajah kota Tapaktuan.
Apalagi, gedung PMI seharusnya menjadi simbol kemanusiaan dan pelayanan sosial, bukan justru menjadi sumber keresahan warga sekitar.
Masyarakat Lhok Ketapang berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan pihak PMI setempat segera turun tangan. Mereka meminta agar gedung tersebut difungsikan kembali sesuai peruntukannya atau setidaknya dilakukan perawatan, termasuk pemasangan dan pengaktifan lampu penerangan di area sekitar.
“Kalau belum bisa digunakan, paling tidak lampunya dihidupkan dan lingkungannya dibersihkan. Jangan dibiarkan terbengkalai seperti rumah hantu,” tutup warga dengan nada berharap.
Sementara itu Kepala Maskas PMI Aceh Selatan Bang Wandi, saat di konfirmasi media ini mengatakan, "Ijin saya sampaikan bahwa pmi asel tidak di dukungan dana semenjak bulan Oktober 2024 sampai saat sekarang, jadi pembayaran listrik juga tidak terbayar sejak +- bulan April 2025', dari bulan 0ktober 2024 sampaikan dengan April 2025 di talangi oleh Kami, namun dari bulan April sampai sekarang listrik sudah di putus oleh PLN. Kami sedang berusaha di tahun 2026 untuk dapat dukungan dari Pemda asel demikian," ungkapnya.
Laporan : Hartini

