Air Bersih Gratis Baru Keren, Bukan PAD Dari Reu Oh Reu Ah Pribumi

Barsela24news.com


Abdya  - Menanggapi narasi seolah-olah hebat hasil PAD dari PDAM Abdya, pengamat kebijakan publik Muhammad Mairiska Putra kepada media mengatakan kesedihan nya melihat kurangnya sikap empati terhadap penduduk pribumi sendiri.


"Masak bangga PAD dari reu oh reu ah pribumi sendiri yang saat ini dalam kondisi kesulitan lapangan kerja dan lemahnya perekonomian masyarakat," paparnya.


Keprihatinan ini timbul lantaran hasil PAD tersebut adalah dari iuran tarif PDAM Abdya yang semestinya pemerintah dapat melakukan upaya Subsidi yang besar untuk membantu masyarakat agar mendapatkan Kuota air bersih secara gratis.


"Bagi kita seharusnya masyarakat pribumi mendapatkan air bersih secara gratis, sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap warga. Itu baru namanya prestasi yang membanggakan bagi pemerintah dan PDAM Abdya," lanjutnya.


Kepada media ia juga menyampaikan seyogyanya pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyat terutama pribumi walaupun melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pemerintah juga harus mengutamakan hajat hidup rakyatnya.


"Janganlah berbisnis dengan rakyat, pemerintah harus hadir untuk meringankan beban masyarakat, jika menginginkan PAD besar maka buatlah pada kegiatan lain yang mendatangkan orang dari luar berkunjung ke Abdya dan membelanjakan uangnya disini, dengan itu UMKM akan tumbuh, daya beli meningkat," jelas Putra.


Solusi-solusi yang di tawarkan juga sangat rasional bagaimana orang-orang bisa berkunjung ke Abdya dan membelanjakan uang pelancong kesini.


"Pemerintah dapat membuat event-event berskala Aceh bahkan nasional seperti rencana MTQ Provinsi tahun 2027 kelak, kita juga mendukung rencana pembangunan sport center yang bakal melahirkan event-event olahraga skala besar di Abdya," lanjutnya.


Lain dari itu ada beberapa opsi lain juga beliau suarakan seperti bagaimana Abdya dapat memiliki kebun binatang mini di seputaran kota Blangpidie dan menghidupkan wisata ziarah kuburan ulama-ulama, pahlawan dan tokoh-tokoh lainnya sehingga memunculkan minat wisata dan serapan itu akan menghadirkan pelancong yang menjual belikan uangnya di Abdya.


Laporan : Red/Tim