Menjelang Setahun Kepemimpinan MANIS, Ini Catatan dan Harapan untuk Aceh Selatan

Barsela24news.com
Abu saka, nilai tahun pertama sebagai pondasi penting untuk pembangunan Aceh Selatan

Tapaktuan – Menjelang satu tahun kepemimpinan pasangan H. Mirwan MS, SE, M.Sos dan H. Baital Mukadis, SE sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, berbagai pihak mulai memberikan catatan, evaluasi, serta harapan terhadap jalannya roda pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan.

Pasangan yang dikenal dengan sebutan MANIS tersebut dilantik secara resmi oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam Rapat Paripurna DPRK Aceh Selatan pada Senin, 17 Februari 2025, untuk masa jabatan 2025–2030.

H. Bachtiar AR atau yang akrab dipanggil Abu Saka dimana sebagai salah seorang tokoh masyarakat Aceh Selatan yg pernah sukses memimpin Tim SAKA Pilkada Bupati Aceh Selatan 2013-2018 mengantar pasangan Haji Teuku Sama Indra SH bersama Kamarsyah, S.Sos, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2013-2018, bahwa beliau menilai tahun pertama kepemimpinan MANIS merupakan fase konsolidasi yang sangat menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

“Satu tahun pertama ini adalah masa penyesuaian dan peletakan fondasi. Tidak adil jika seluruh capaian diukur hanya dari hasil fisik semata, karena banyak proses internal yang harus dibenahi terlebih dahulu,” ujar Abu Saka, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di bawah kepemimpinan MANIS mengusung visi “Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani”, yang dijabarkan melalui sejumlah misi strategis, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi rakyat, perbaikan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur berkeadilan, hingga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.

Menurut Abu Saka, beberapa program dalam visi dan misi tersebut sudah mulai berjalan, khususnya pada aspek penataan birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perhatian terhadap sektor sosial dan keagamaan.

“Kita melihat adanya upaya penataan pemerintahan dan dorongan agar pelayanan publik lebih terbuka dan melayani. Sektor UMKM, petani, dan nelayan juga mulai mendapat perhatian, walaupun masih membutuhkan penguatan lebih lanjut,” katanya.

Namun demikian, H. Bachtiar AR juga mengakui masih terdapat sejumlah program yang belum berjalan secara optimal. Di antaranya adalah percepatan pembangunan infrastruktur strategis, optimalisasi pendapatan asli daerah, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi pemerintah kabupaten pada tahun pertama kepemimpinan.

“Ada beberapa faktor penyebab, mulai dari keterbatasan fiskal daerah, masa transisi pemerintahan, hingga beban persoalan lama yang tidak bisa diselesaikan secara instan. Selain itu, konsolidasi internal birokrasi juga masih terus berjalan,” jelas Abu Saka.

Lebih lanjut, Abu Saka menekankan pentingnya langkah-langkah strategis ke depan agar harapan masyarakat Aceh Selatan dapat terwujud dengan baik. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan berbasis prioritas, meningkatkan inovasi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD), serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dengan unsur Forkopimda dan stakeholder lainnya di daerah ini yang tentunya juga dengan pihak swasta.

Selain itu, komunikasi publik yang terbuka dan evaluasi kinerja secara berkala dinilai sangat penting agar masyarakat memahami arah dan tantangan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Abu Saka juga menegaskan bahwa kesolidan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjadi kunci utama keberhasilan kepemimpinan MANIS.

“Kesolidan dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Jika semua bergerak dalam satu visi dan satu irama, maka target kinerja yang telah ditetapkan akan lebih mudah dicapai,” tegasnya.

Ia berharap, memasuki tahun kedua kepemimpinan, pasangan MANIS dapat melakukan akselerasi pembangunan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

“Masyarakat tentu berharap Aceh Selatan benar-benar bergerak menuju daerah yang maju, produktif, dan madani. Dengan kepemimpinan yang kuat dan birokrasi yang solid, harapan itu sangat mungkin untuk diwujudkan,” tutup H. Bachtiar AR.

Laporan: Hartini