Foto bersama Wakil II DPRK Nagan Raya saat Pelantikan HMI Cabang Meulaboh
MEULABOH – Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda (GP) Al Washliyah Aceh Barat, Muhammad Fawazul Alwi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat atas kebijakan pengembalian Anggaran Daerah dan Provinsi Aceh yang sebelumnya sempat terkena imbas efisiensi.
Langkah ini dinilai sebagai angin segar bagi percepatan pemulihan infrastruktur dan ekonomi di Bumoe Seramoe Mekkah. Secara khusus, Fawazul menyampaikan rasa terima kasih kepada tokoh-tokoh kunci di balik keputusan tersebut.
"Kami berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan, serta Ketua MPR RI, Bapak Sufmi Dasco Ahmad, yang telah mendengar aspirasi rakyat Aceh sehingga anggaran tersebut dapat dikembalikan untuk kepentingan pembangunan daerah," ujar Fawazul dalam keterangannya.
Kawal Penggunaan Anggaran
Meski menyambut baik, Ketua GP Al Washliyah mengingatkan agar masyarakat proaktif dalam mengawal jalannya proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) di Aceh. Ia menekankan pentingnya transparansi agar anggaran yang telah diperjuangkan tersebut tepat sasaran.
"Masyarakat harus mengawal penggunaan anggaran ini. Jangan sampai ada penggunaan untuk hal-hal yang tidak penting atau tidak mendesak. Prioritaskan apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat," tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung penuh langkah pemerintah dalam menyelesaikan agenda rehab rekon ini.
Soroti Kerusakan di Pondok Pesantren
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjend) GP Al Washliyah Aceh Barat, Tgk T Ampon Tami, menambahkan bahwa penanganan bencana, khususnya di sektor rehab rekon, harus dilakukan secara adil dan merata.
Beliau menyoroti banyaknya fasilitas pendidikan agama atau Pondok Pesantren (Dayah) yang mengalami kerusakan parah namun belum tertangani secara maksimal. Salah satu contoh nyata adalah kondisi di Dayah Babul Jannah Thalabul Ilmi, yang berlokasi di Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen.
"Di Aceh Barat, ada pesantren yang kerusakannya sangat parah, seperti di Dayah Babul Jannah. Di sana, beberapa bangunan bahkan hilang akibat dampak bencana. Penanganan terhadap lembaga pendidikan seperti ini harus menjadi prioritas," ungkap Tgk Ampon Tami.
Sebagai bentuk kepedulian awal, GP Al Washliyah Aceh Barat telah turun langsung ke lapangan. Pada 30 November lalu, Ketua GPA bersama Sekjend telah menyalurkan bantuan kepada pihak dayah.
"Alhamdulillah, kami melalui GP Al Washliyah Aceh Barat bersama SENA MUDA telah menyalurkan sedikit bantuan untuk meringankan beban di Dayah Babul Jannah. Kami berharap pemerintah juga segera memberikan perhatian khusus bagi renovasi bangunan yang hilang di sana," tutupnya.
Laporan : Rousi Dzahbina

