Aceh Selatan — Kejadian runtuhnya plafon di ruang perawatan pasien pasca operasi melahirkan RSUD Yulidin Awai menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kondisi fisik bangunan rumah sakit. Insiden yang terjadi pada siang hari tersebut berlangsung di Ruang Berlian 3, Gedung C, dan nyaris menimpa seorang ibu serta bayinya yang baru saja menjalani operasi caesar.
Meski tidak sampai menimbulkan korban, kejadian ini membuat pasien dan keluarga mengalami ketakutan. Demi alasan keselamatan, keluarga memilih membawa pulang ibu dan bayi pada hari yang sama, karena khawatir kejadian serupa bisa terulang.
Direktur RSUD Yulidin Awai, dr. Erizaldi, menjelaskan bahwa gedung tersebut merupakan hasil pembangunan yang diserahterimakan pada tahun 2019 dengan sumber anggaran dari Pemerintah Provinsi Aceh.
Rumah sakit saat itu menerima bangunan yang sudah selesai dibangun. Namun, sebagai pengelola, kami tetap berkewajiban memantau kondisi gedung,” ujar dr. Erizaldi. Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan, pihak rumah sakit telah mengusulkan perbaikan atau rehabilitasi bangunan melalui perencanaan anggaran tahun 2026.
“Kami sudah mengusulkan rehabilitasi, terutama pada bagian bangunan yang mulai mengalami kerusakan, agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Secara teknis, runtuhnya plafon dapat disebabkan oleh penurunan kualitas material Krn faktor usia, rangka plafon yang melemah, serta faktor lingkungan seperti kelembaban dan rembesan air. Kurangnya perawatan berkala juga dapat mempercepat kerusakan.
Meski plafon bukan bagian utama struktur bangunan, kegagalannya tetap berisiko, terutama di lingkungan rumah sakit yang digunakan oleh pasien dalam kondisi rentan. Karena itu, mutu bangunan dan pemeliharaan rutin menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas kesehatan perlu mengutamakan kualitas dan ketahanan jangka panjang, disertai pengawasan dan pemeriksaan teknis secara berkala.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Yulidin Awai menyatakan telah mengamankan lokasi kejadian dan memastikan pelayanan tetap berjalan sambil menunggu pemeriksaan lanjutan.
Laporan : Hartini

