Aceh Utara I Sosok Syamsul Akmal bukanlah nama asing bagi sebagian masyarakat Aceh Utara, khususnya di wilayah pesisir timur. Dalam suasana santai namun penuh gagasan, satu jam bersama calon Geuchik Gampong Tanjong Ceungai nomor urut 1 ini membuka gambaran tentang figur pemimpin yang matang pengalaman, kuat visi, dan berkomitmen pada pembangunan gampong berbasis nilai-nilai Islam.
Lahir di Meunasah Panton Labu pada 1 April 1972, Syamsul Akmal tumbuh dan besar dalam lingkungan masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan syariat. Pria berusia 53 tahun ini menetap di Meunasah Panton Labu bersama istri tercinta, Mariana, S.Pd.I, dan dikaruniai empat orang anak. Kehidupan keluarga yang harmonis menjadi fondasi kuat dalam setiap langkah pengabdian yang ia tempuh.
Dari sisi pendidikan, Pria yang tercatat sebagai putra asli Tanjong Ceungai, Syamsul Akmal menempuh jenjang akademik yang lengkap dan konsisten. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Blok Sawah Kota Sigli pada tahun 1985, lalu melanjutkan ke SMPN Lhoksukon dan SMAN Lhoksukon hingga lulus tahun 1991. Semangat belajar membawanya meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Abulyatama pada tahun 2000. Bekal akademik tersebut menjadi modal penting dalam kiprahnya di dunia profesional maupun sosial.
Sebagai seorang wiraswasta, Syamsul Akmal memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai proyek strategis, khususnya di bidang infrastruktur. Ia pernah menjabat sebagai Project Manager dan Koordinator Lapangan pada pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Jambo Aye Kanan seluas 3.028 hektare di Kabupaten Aceh Timur. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Project Manager pada lanjutan pembangunan Jembatan Rangka Baja Manyang di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.
Tak hanya di sektor konstruksi, kepedulian sosial Syamsul Akmal juga tercermin dari perannya sebagai Team Leader NGO Terre des Hommes (TdH) Belanda dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tsunami Aceh tahun 2004. Ia juga pernah menjadi Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif pada Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Banda Aceh.
Di bidang organisasi, Syamsul Akmal saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPW Sobat Anies Nasional Provinsi Aceh.
Pengalaman organisasi ini semakin mengasah kemampuannya dalam memimpin, membangun komunikasi, dan merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dengan mengusung visi “Bersama Membangun Desa Maju dalam Pembangunan, Kuat dalam Kebersamaan, dan Sejahtera dalam Bingkai Syariah Islam,” Syamsul Akmal bertekad menghadirkan perubahan nyata di Gampong Tanjong Ceungai. Sepuluh misi yang ia tawarkan menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan gampong yang bersih dan amanah, pembangunan infrastruktur dan SDM yang merata, pelayanan publik yang transparan, serta penguatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat melalui BUMG dan koperasi.
Ia juga menaruh perhatian besar pada regenerasi gampong dengan memberdayakan generasi muda berbasis pendidikan, teknologi, dan ekonomi kreatif, serta mengedepankan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan.
Dengan motto “Adat Beutalindoeng Hukom Beutajaga, Masyarakat Beutasanjoeng Gampong Beuseujahtera,” Syamsul Akmal hadir sebagai figur yang menggabungkan pengalaman, integritas, dan harapan baru bagi masa depan Gampong Tanjong Ceungai periode 2026–2032. (Alman)
