Desa Rempung Hadirkan Surga Alam Tersembunyi, Mata Air Lembah Aik Ngembul Siap Dengungkan Lombok Timur Ke Kancah Dunia!

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Hanya sekejaran kaki (1 kilometer saja!) dari kantor desa, tersembunyi permata alam yang selama ini belum terjamah tangan manusia secara maksimal: Kawasan Mata Air Lembah Aik Ngembul di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela Bukan cuma satu, tapi Beragam mata air alami yang menyembur dari akar pepohonan dan bebatuan yang sudah berusia Ratusan Tahun, benar-benar pesona alam yang autentik!
 
Pada kunjungan eksklusif Media Barsela24news.com hari ini (Senin, 9/2/2026), Kepala Desa Moh. Sakirin membuka suara tentang potensi besar yang terkubur di lahan seluas 2,5 hektar tersebut. "Desa kita punya banyak destinasi, tapi yang paling 'wow' dan belum kita gali sepenuhnya adalah Wisata Mata Air Lembah Aik Ngembul," ujarnya dengan semangat membara.
 
Harapan besar terpampang jelas di wajahnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengangkat potensi alam eksotis ini. "Sesuai peraturan yang ada, pemerintah punya peran krusial di sini. Kita tunggu bantuan konkret agar keindahan ini bisa dinikmati oleh semua orang, dari dalam hingga luar negeri!" tambahnya.
 
Rencana pengembangannya Bikin mata melotot! Selain akan diubah jadi kolam renang dengan desain yang mengagumkan, kawasan ini juga akan dilengkapi penginapan dan vila yang dikelola langsung oleh POKDARWIS Desa Rempung. Ketua POKDARWIS, Hafizin, menjelaskan bahwa lokasinya sangat strategis dengan udara yang sejuk dan menyegarkan.
 
"Kita akan kerja sama gotong royong dengan seluruh masyarakat desa! Tujuannya tidak cuma tarik wisatawan lokal, tapi juga bikin dunia tahu bahwa Lombok Timur punya surga tersembunyi seperti ini. Selain itu, UMKM lokal juga akan ikut meramaikan dan ekonomi masyarakat pasti makin maju!" tegasnya dengan keyakinan yang tinggi.
 
Dengan sentuhan kreatif dan kerja sama yang kuat, Desa Rempung berkomitmen menjadikan Lembah Aik Ngembul sebagai destinasi wisata impian yang bikin pengunjung betah berlama-lama!

Laporan: Maskyur Hadi