LOMBOK TIMUR, NTB - Seorang wali santri, Mama Salsa (36), menghajar sesama wali santri lainnya di ponpes yang sama inisial, S (38), hingga korban menderita gigi patah di halaman rumahnya di Dusun Bagik Nyaka Utara, Aikmel, pada Rabu 4 Februari 2026 sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA itu diduga berawal dari insiden di pondok pesantren sehari sebelumnya. Pada Selasa 3 Februari 2026, anak pelaku dilaporkan memaki, menjambak, dan mengancam anak korban. Korban pun datang ke sekolah untuk mengingatkan anak pelaku agar tidak melakukan perundungan.
Mama Salsa yang berasal dari Desa Kembang Kerang Daya itu mendatangi rumah S pada keesokan harinya sambil berteriak kasar. Saat korban membuka pintu gerbang, pelaku langsung memaki dan memukulinya dengan beringas.
"Saya berusaha melawan sambil teriak minta tolong. Dia memukul mulut saya sampai gigi saya patah dan mulut saya berdarah. Saya hampir pingsan," ujar S dengan suara serak seusai menjalani visum di Puskesmas Aikmel.
Akibat pukulan itu, S menderita dua gigi patah dan luka di mulut. Warga sekitar yang berdatangan berusaha melerai, namun pelaku bersikeras melanjutkan pemukulan.
Kapolsek Aikmel, AKP Muhammad, melalui Kanit Reskrim, Bripka L. Zulkarnain Arham, S.H., menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan menjerat Mama Salsa dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan.
"Kami telah menyiapkan Pasal 466 dengan ancaman pidana penjara minimal 2 tahun 6 bulan untuk menjerat pelaku," tegas Zulkarnain Arham.
Laporan : RY
