Barsela24News.com - Lombok Utara | Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat, Uty Edy Murbowo, mengunjungi Pondok Pesantren Lombok Tahfidz Center di Dusun Pawang Karya, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu ( 15/3 ) untuk melihat langsung proses pembangunan pesantren sekaligus memberi dukungan moral kepada para santri dan tenaga pengajar.
Kunjungan di kawasan kaki Gunung Rinjani tersebut menjadi penegasan perhatian Bhayangkari terhadap penguatan pendidikan keagamaan di daerah, terutama bagi lembaga pendidikan yang sedang membangun fondasi untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.
Rombongan Bhayangkari meninjau sejumlah fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan, termasuk masjid yang akan menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri.
“Saya sebenarnya datang secara spontan karena kebetulan tidak ada kegiatan hari ini. Namun ketika tiba di sini, saya melihat semangat luar biasa dari para santri dan pengelola pesantren. Mudah-mudahan niat baik kita semua menjadi amal dan membawa keberkahan,” kata Ny. Uty edy Murbowo.
Ia menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam memperkuat nilai moral, spiritual, dan kedisiplinan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat membangun karakter. Kami menitipkan anak-anak ini kepada para guru dan pimpinan pondok agar dibina dengan baik sehingga kelak menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Uty didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta bersama jajaran Bhayangkari serta anggota Polsek Bayan.
Ny. Heny mengatakan kehadiran Bhayangkari di pesantren tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan di daerah.
“Pesantren seperti Lombok Tahfidz Center memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Kami berharap pesantren ini terus berkembang dan melahirkan santri-santri yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.
Menurut Heny, penguatan pendidikan moral dan spiritual menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter, terutama di tengah arus perubahan sosial yang semakin cepat.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Lombok Tahfidz Center melalui istrinya, Yuliana Seruni Dewi Mardikun, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bhayangkari yang dinilai memberi semangat baru bagi para santri dan pengelola pesantren.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Ibu Ketua Bhayangkari Daerah NTB dan rombongan. Pesantren ini masih dalam proses pembangunan, sehingga perhatian seperti ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus melanjutkan perjuangan membangun pesantren,” ujarnya.
Ia menjelaskan Lombok Tahfidz Center dibangun dengan tujuan mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan serta kepedulian terhadap masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bhayangkari Daerah NTB juga menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada para santri, santriwati, dan guru ngaji sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di lingkungan pesantren.
Setelah kegiatan di pesantren, rombongan Bhayangkari melaksanakan Shalat Zuhur berjamaah di Masjid Lombok Tahfidz Center sebelum melanjutkan kunjungan ke rumah adat di Desa Senaru.
Di lokasi tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan masyarakat adat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tinggal di kawasan kaki Gunung Rinjani.
Kunjungan ini mencerminkan upaya Bhayangkari untuk memperluas kegiatan sosial hingga menjangkau lembaga pendidikan dan masyarakat di wilayah yang relatif jauh dari pusat aktivitas perkotaan, sekaligus memperkuat hubungan antara organisasi sosial, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun generasi yang berkarakter.
Laporan : RY
