Aceh Utara I Penderitaan warga terdampak musibah di Dusun Maju, Desa Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, belum juga berakhir. Indra Budiman bersama sejumlah warga lainnya yang ikut terdampak, kini harus bertahan hidup di gubuk-gubuk sederhana, setelah sebelumnya tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
Kondisi tersebut menambah panjang derita masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya pulih dari musibah yang melanda kawasan itu. Di tengah keterbatasan dan kondisi ekonomi yang sulit, warga kini harus menempati bangunan seadanya yang jauh dari kata layak.
Menurut Indra Budiman, dirinya bersama warga lain yang terdampak kini hanya bisa pasrah menjalani hidup di tempat yang sangat sederhana.
“Kami bersama warga lain yang ikut terdampak sekarang tinggal di gubuk. Tenda sudah tidak lagi kami tempati,” ujar Indra Budiman.
Gubuk-gubuk yang kini menjadi tempat berlindung warga itu dibangun dengan material seadanya, tanpa fasilitas memadai, dan tidak cukup aman untuk dihuni dalam jangka panjang. Saat hujan turun, warga dihantui rasa cemas. Saat malam tiba, mereka harus bertahan dalam kondisi yang serba terbatas.
Situasi ini memunculkan keprihatinan mendalam, karena warga yang semestinya mendapat perlindungan dan hunian sementara yang layak, justru harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup pasca musibah.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan melihat langsung kondisi mereka di lapangan. Bagi masyarakat terdampak, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata agar mereka bisa tinggal di tempat yang lebih aman, manusiawi, dan layak.
Kisah Indra Budiman dan warga terdampak lainnya menjadi potret nyata bahwa luka pasca musibah belum selesai. Di balik gubuk-gubuk sederhana itu, tersimpan rasa lelah, kecewa, dan harapan yang belum juga terjawab.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka penderitaan warga kecil akan semakin dalam. Sebab yang mereka hadapi hari ini bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga ketidakpastian hidup di tengah minimnya perlindungan. (Alman)
