Huntara Belum Siap, Syahruddin dan Warga Buket Padang Masih Bertahan di Tenda

Barsela24news.com
Syahruddin salah seorang Warga Buket Padang yang Masih Bertahan di Tenda  pengungsian. Poto: (ist)

Aceh Utara I Derita warga terdampak musibah di Desa Buket Padang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, belum juga berakhir. Hingga kini, Syahruddin bersama sejumlah warga lainnya masih harus bertahan hidup di tenda pengungsian, karena hunian sementara (huntara) yang dijanjikan belum bisa ditempati.

Di tengah kondisi serba terbatas, warga mengaku mulai kelelahan menjalani hari-hari di bawah tenda darurat. Selain panas saat siang hari dan dingin pada malam hari, kondisi tempat tinggal sementara itu dinilai jauh dari layak untuk dihuni dalam jangka panjang.

“Kami masih tinggal di tenda. Huntara belum bisa ditempati, padahal kami sangat berharap bisa segera pindah ke tempat yang lebih layak,” ungkap Syahruddin, salah satu warga terdampak.

Situasi ini semakin memprihatinkan karena sebagian warga telah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian. Tenda yang awalnya hanya menjadi tempat berlindung sementara, kini berubah menjadi tempat tinggal yang dipaksa menjadi permanen oleh keadaan.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait tidak lagi membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Mereka menilai percepatan penyelesaian huntara sangat penting agar masyarakat terdampak bisa segera keluar dari penderitaan berkepanjangan.

Bagi warga Buket Padang, huntara bukan sekadar bangunan sementara, melainkan harapan untuk kembali hidup lebih manusiawi setelah diterpa musibah. Namun hingga saat ini, harapan itu masih tertahan, sementara mereka tetap harus menghadapi kerasnya hidup di bawah terpal dan tiang-tiang tenda.

Kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa warga masih bertahan di tenda, sementara huntara belum juga benar-benar siap dihuni? Jika tidak segera dituntaskan, maka yang tersisa bukan hanya persoalan tempat tinggal, tetapi juga luka sosial dan rasa kecewa warga terhadap lambannya penanganan pasca bencana.

Warga kini hanya bisa berharap ada langkah nyata dan cepat dari pihak berwenang, agar mereka tidak terus-menerus hidup dalam kondisi serba darurat. (Mustafa)