Peringatan Hari Kartini, IWO Aceh Perkuat Komitmen Jurnalisme Berkualitas

Barsela24news.com

Banda Aceh – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali menjadi momentum refleksi bagi berbagai kalangan, termasuk dunia pers. Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Aceh, Chairan Manggeng, memanfaatkan momen ini untuk menegaskan pentingnya menghidupkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam praktik jurnalistik di era digital.

Menurut Chairan, Kartini bukan hanya simbol emansipasi perempuan, tetapi juga pelopor pemikiran maju yang relevan bagi seluruh profesi, termasuk wartawan. Ia mengutip pesan legendaris Kartini, “Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas,” sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh pengurus dan anggota IWO di Aceh, sekaligus masyarakat luas. Chairan menekankan bahwa semangat perjuangan tidak terbatas pada gender, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya bagi insan pers yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang.

Penyampaian pesan ini berpusat di Banda Aceh sebagai pusat kegiatan organisasi, namun menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Aceh melalui jaringan media dan platform digital. Diharapkan, nilai-nilai yang disampaikan dapat diterima dan diimplementasikan oleh seluruh anggota serta masyarakat yang mengikuti perkembangan organisasi.

Momentum peringatan Hari Kartini dipilih agar pesan yang disampaikan memiliki kekuatan makna dan relevansi waktu. Hal ini juga menjadi bagian dari rangkaian refleksi nasional yang setiap tahunnya diperingati oleh berbagai elemen masyarakat di Indonesia.

Chairan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ia ingin mengingatkan bahwa tugas wartawan tidak berhenti pada pelaporan fakta, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun masa depan, menyuarakan kebenaran, dan menjadi jembatan bagi masyarakat yang kurang terdengar suaranya.

Dalam praktiknya, semangat Kartini diwujudkan melalui profesionalisme kerja. Wartawan didorong untuk menyajikan berita yang akurat, edukatif, dan berani mengangkat isu-isu publik yang penting. Setiap karya jurnalistik diharapkan mampu memberikan wawasan, mendorong solusi, serta membawa dampak positif bagi masyarakat.

Respons dari internal organisasi pun dinilai positif. Para anggota IWO Aceh menyambut baik pesan tersebut dan berkomitmen menjadikannya sebagai pedoman dalam berkarya. Peringatan ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menghasilkan karya jurnalistik yang bermakna.

Ke depan, PW IWO Aceh berkomitmen untuk terus membina anggotanya agar mampu menjalankan peran pers secara optimal. Semangat Kartini diharapkan tidak hanya menjadi simbol tahunan, tetapi menjadi energi berkelanjutan bagi insan pers dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil, cerdas, dan sejahtera. (Tim)