Danrem dan Bupati Resmi Tutup TMMD Ke-128: Seluruh Sasaran Fisik Rampung 100 Persen, Pembangunan Jalan Ubah Nasib Ekonomi Warga

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, resmi ditutup dengan kesuksesan penuh. Seluruh target pembangunan fisik yang menjadi sasaran utama telah tuntas dikerjakan hingga 100 persen sesuai rencana. Penutupan dilakukan secara bersama-sama oleh Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, dan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada Kamis (21/5/2026).
 
Dalam amanat dan pernyataannya, Danrem 162/WB Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief menyampaikan rasa syukur atas capaian maksimal yang diraih. Ia berharap agar seluruh hasil karya pembangunan yang telah diwujudkan bersama ini dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat setempat agar manfaatnya terasa hingga jangka waktu yang panjang.
 
Secara khusus, Danrem menyoroti dampak luar biasa dari pembangunan akses jalan sepanjang lebih dari satu kilometer yang menjadi ikon kegiatan kali ini. Menurutnya, perubahan kondisi jalan dari yang sebelumnya rusak, sempit, dan tidak layak dilalui, kini telah berubah total menjadi akses yang lebar dan mulus. Perubahan ini tidak sekadar soal kemudahan jalan, tetapi telah mengubah perekonomian dan nilai aset warga secara drastis.
 
“Semua jalan sudah mulai dibuka. Kemarin saya sudah meninjau langsung, hasilnya luar biasa. Jalan sepanjang lebih dari satu kilometer yang dulunya tidak layak, mungkin lahannya dulu tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, sekarang setelah ada akses jalan yang baik, nilai tanah dan aset di sekitarnya langsung meningkat tajam,” ungkap Danrem.
 
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD ini telah membuktikan kemampuan TNI dalam mempercepat pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi, tercatat banyak desa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat yang mengajukan permohonan agar program serupa dapat dilaksanakan di wilayah mereka. Namun, mengingat cakupan wilayah yang luas meliputi tujuh kabupaten dan dua kota di NTB, pelaksanaan program harus dilakukan secara bergiliran dan bertahap agar merata.
 
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pola kerja dan kinerja jajaran TNI yang dinilai sangat cepat, tepat sasaran, dan mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.
 
Lebih jauh, Bupati menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Ia memastikan, meskipun di masa mendatang alokasi program TMMD dari pihak TNI atau Kodam IX/Udayana tidak lagi dilaksanakan di wilayah Lombok Timur, Pemkab Lotim tidak akan berhenti. Anggaran daerah melalui APBD tetap akan disiapkan dan dialokasikan untuk melanjutkan pola pembangunan berbasis gotong royong ini.
 
“Kalau nanti dari pihak Pangdam misalnya tidak lagi mengalokasikan program di sini, APBD tetap akan kita siapkan dan alokasikan. Tujuannya supaya kemanunggalan antara TNI dan masyarakat tetap terjaga, serta budaya gotong royong yang sudah menjadi ciri khas kita ini terus berlanjut,” tegas Bupati Haerul Warisin.
 
Menyikapi tingginya minat desa-desa lain yang ingin menjadi lokasi TMMD, pemerintah daerah bersama unsur TNI berencana melakukan verifikasi dan kajian mendalam. Penentuan lokasi selanjutnya akan didasarkan pada skala prioritas, tingkat kebutuhan masyarakat, serta disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia, agar pembangunan yang merata dan bermanfaat luas dapat terus terwujud di Lombok Timur.

Laporan : Bagoes