Barsela24news, Mataram, 24 Mei 2026– Di tengah rutinitas rapat dan pembahasan anggaran di gedung DPRD NTB, ada satu sosok yang lebih sering terlihat di jalan desa, di tengah sawah, dan di halaman rumah warga. Dialah Fahruddin Rob anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Fraksi NasDem Dapil 5 Sumbawa dan Sumbawa Barat, yang akrab disapa Bang Rob.
Bagi Bang Rob, kursi di DPRD bukan tempat untuk duduk nyaman. Itu adalah amanah yang harus dibayar dengan kerja nyata dan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Di Dapil Sumbawa dan Sumbawa Barat, ia kerap turun menyapa warga dan mendengar langsung apa yang menjadi kekurangan masyarakat di desa-desa Sumbawa dan KSB. Silaturahmi ini terus berjalan tanpa jeda, menjadi cara Bang Rob memastikan suara rakyat tidak hilang di tengah hiruk pikuk politik.
“Bagi saya, hidup ini adalah pengabdian. Kalau tidak melayani dengan hati, buat apa jadi wakil rakyat?” ujarnya tegas saat ditemui usai menyerap aspirasi warga di Sumbawa Barat.
Komisi IV: Mengawal Infrastruktur dan Lingkungan Hidup
Sebagai anggota Komisi IV DPRD NTB_ yang membidangi Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, Bang Rob menempatkan fungsi pengawasan sebagai prioritas utama. Ia rutin melakukan inspeksi lapangan ke proyek pembangunan jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas publik lainnya di wilayah Dapil 5.
Langkah ini ia lakukan agar setiap rupiah anggaran provinsi benar-benar digunakan sesuai spesifikasi teknis dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi laporan administrasi di atas meja.
“Kalau kita hanya percaya laporan di atas kertas, kita tidak akan tahu jalan mana yang retak, jembatan mana yang hampir ambruk, dan desa mana yang belum dapat akses air bersih. Turun itu wajib. Masyarakat butuh bukti, bukan janji,” tegasnya.
Di Komisi IV, Bang Rob juga aktif mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah yang selama ini tertinggal. Ia percaya, akses jalan yang baik dan air bersih adalah pondasi untuk menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan kualitas hidup warga. Bagi Bang Rob, pembangunan tidak boleh berhenti di kota. Desa harus jadi pusat perhatian agar kesenjangan wilayah bisa dipersempit.
Suara Lingkungan dan Mitigasi Bencana
Di bidang lingkungan hidup, Bang Rob mendorong penguatan program mitigasi bencana dan pengelolaan sampah berbasis desa. Wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat yang kerap dilanda banjir saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau panjang dinilainya butuh perhatian khusus dan program berkelanjutan dari pemerintah provinsi.
Ia menginisiasi dialog dengan komunitas lingkungan, kelompok pemuda, dan pemerintah desa untuk membangun sistem peringatan dini dan gerakan penghijauan di daerah rawan bencana. Menurutnya, pencegahan jauh lebih murah dan manusiawi dibandingkan penanganan pasca-bencana.
Selain itu, Bang Rob aktif menjembatani komunikasi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan dinas terkait. Tujuannya satu: memastikan program bantuan bibit, pupuk, pelatihan, dan sarana pertanian sampai langsung ke penerima manfaat tanpa terhambat birokrasi yang berbelit. Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian ramah lingkungan agar petani Sumbawa dan KSB bisa meningkatkan produktivitas tanpa merusak alam.
Sosok yang Rendah Hati dan Mengayomi
Di luar ruang sidang, Fahruddin Rob dikenal warga sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, dan mudah bergaul. Ia tidak membeda-bedakan warga berdasarkan status sosial, suku, maupun latar belakang politik. Di warung kopi, di masjid, hingga di acara nikahan warga, Bang Rob sering terlihat duduk bersama, mendengar cerita, dan tertawa bersama masyarakat.
Gaya kepemimpinannya yang mengayomi membuat masyarakat merasa dekat dan tidak canggung untuk bercerita. Bang Rob percaya, mendengar keluhan warga adalah bagian dari tanggung jawab moral seorang wakil rakyat. Dari keluhan kecil soal jalan berlubang hingga aspirasi besar soal lapangan kerja, semuanya ia catat dan kawal hingga ada tindak lanjut.
Kehadirannya dalam kegiatan sosial, gotong royong, dan acara adat di desa-desa sering terjadi tanpa publikasi berlebihan. “Membantu itu panggilan hati, bukan untuk panggung,” katanya singkat.
Konsistensi sikap membumi inilah yang membuat Bang Rob dipercaya warga sebagai wakil yang benar-benar hadir, mendengar, dan bertindak. Banyak warga menyebutnya sebagai “saudara” ketimbang “anggota dewan”, karena ia hadir bukan saat butuh suara saja, tapi setiap saat. Bagi Bang Rob, kedekatan emosional dengan konstituen adalah modal utama untuk membangun kepercayaan.
Menjaga Sinergi untuk NTB yang Lebih Baik
Ke depan, Fahruddin Rob berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat. Menurutnya, kebijakan yang baik hanya lahir ketika pembuat kebijakan mau mendengar langsung dari sumbernya: rakyat.
Ia berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Sumbawa dan Sumbawa Barat hingga masuk dalam kebijakan dan anggaran provinsi. Bagi Bang Rob, kemajuan NTB tidak akan terjadi jika wilayah barat pulau Sumbawa masih tertinggal. Oleh karena itu, ia terus mendorong pemerataan pembangunan agar Sumbawa dan KSB tidak hanya menjadi penonton pembangunan.
“Jabatan hanya alat. Tujuan kita sama: membangun NTB, terutama Sumbawa dan Sumbawa Barat, agar lebih maju, adil, dan sejahtera. Saya akan terus turun, terus mendengar, dan terus bekerja bersama masyarakat,” tutupnya. (BR)
