Barsela24news.com - Sumbawa Barat, 30 Juni 2026 – Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Di Kabupaten Sumbawa Barat yang berjuluk “Tanah Pariri Lema Bariri”, pesan Pancasila ditegaskan kembali oleh Supardinata, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat yang akrab disapa Bang Leo.
Bagi Bang Leo, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan upacara. Nilai-nilainya harus menjadi kompas kerja ASN, DPRD, swasta, dan pemuda KSB.
“Upacara selesai, tapi kerja Pancasila baru mulai. Harus terasa ibu-ibu di Pasar Taliwang, petani di Brang Rea, nelayan di Poto Tano, pekerja di KTC, sampai adik-adik lulusan SMK yang cari kerja di KSB,” tegas Bang Leo usai upacara di Lapangan Upacara Kantor Bupati KSB, Minggu 1/6.
Sebagai pimpinan PPP Sumbawa Barat, partai pengawal kebangsaan dan keumatan, Bang Leo mengurai 5 pesan Pancasila untuk KSB hari ini:
1. Ketuhanan: KSB Religius dan Toleran.
KSB dikenal dengan harmoni umat beragama. Bang Leo mendorong sila pertama jadi aksi nyata.
“Masjid, mushalla, tempat ibadah lain hidup berdampingan. Itu aset KSB. Pancasila minta kita rawat toleransi. DPC PPP KSB dukung program desa religius dan kegiatan lintas iman biar ‘Pariri Lema Bariri’ tetap kuat,” ujarnya.
2. Kemanusiaan: Tak Boleh Ada Warga KSB yang Tertinggal. Bang Leo menyorot layanan dasar di wilayah pesisir dan gunung KSB.
“Sila kedua itu kalau ada warga Sekongkang susah berobat, anak di Brang Ene putus sekolah karena biaya, berarti ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’ belum tuntas. DPC PPP KSB akan kawal JKN, PIP, dan bantuan sosial agar tepat sasaran, tanpa potongan,” tegasnya.
3. Persatuan: Dari Taliwang sampai Maluk, Kita Satu KSB.Keberagaman suku dan dusun di KSB harus jadi kekuatan.
“Pembangunan jangan bikin KSB kota maju, KSB desa tertinggal. Jalan, air bersih, listrik, internet harus merata sampai Jereweh, Brang ene, Brang rea, sampai Maluk. Persatuan itu kalau semua merasa jadi tuan di tanah Pariri Lema Bariri. Pemuda KSB harus jadi perekat,” pesannya.
4. Kerakyatan: Dengarkan Suara Akar Rumput. Bang Leo mengingatkan sila keempat di tengah proyek besar masuk KSB.
“Musrenbang jangan formalitas. Petani tahu pupuk apa yang dia butuh, nelayan tahu dermaga mana yang bocor. Kebijakan Pemda KSB harus lahir dari musyawarah. DPC PPP KSB siap jadi jembatan aspirasi masyarakat ke pemerintah,” jelasnya.
5. Keadilan Sosial: Ekonomi KSB untuk Orang KSB. Ini poin paling keras. Bang Leo menyorot dampak industri dan tambang di KSB.
“Keadilan sosial itu kalau tenaga kerja lokal KSB dapat prioritas, kalau UMKM Taliwang jadi vendor proyek, kalau hasil bumi KSB bikin KSB sejahtera. PPP menolak ekonomi yang hanya dinikmati segelintir. Anak KSB harus jadi tuan rumah di tanah kelahirannya sendiri,” tegasnya.
Tantangan Zaman, Pancasila Jawabannya
Bang Leo mengakui KSB menghadapi ujian: transisi pasca tambang, pengangguran lulusan, hingga kesenjangan desa-kota. “Tapi justru di sinilah Pancasila diuji. Dulu mempersatukan lawan penjajah, sekarang harus mempersatukan lawan kemiskinan dan ketimpangan. Nilai Pancasila tidak kuno. Yang kuno kalau kita malas mengamalkannya,” katanya.
Ia menutup dengan sapaan khas:
“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 untuk seluruh masyarakat Sumbawa Barat. Mari jadikan Pancasila kompas pembangunan KSB. Kalau semua bekerja dengan etos Pancasila, insyaAllah KSB Gemilang Terdepan terwujud. Pariri Lema Bariri!” pungkas Bang Leo.
Tentang DPC PPP Kabupaten Sumbawa Barat
Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat berlandaskan Islam rahmatan lil ‘alamin dan nilai kebangsaan. DPC PPP KSB berkomitmen mengawal kebijakan daerah yang adil, berpihak pada rakyat kecil, dan menjaga persatuan masyarakat Pariri Lema Bariri. (BR)
