Jejak Hijrah di Balik Terali Besi, Program "Zero Buta Hijaiyah" Lapas Selong Sentuh Hati Warga Binaan

Barsela24news.com

Lombok Timur, NTB – Suasana penuh semangat dan kekhusyukan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong pada Kamis (21/05/2026). Melalui program pembinaan kerohanian bertajuk “Zero Buta Hijaiyah”, warga binaan diajak menempuh jalan hijrah dan mendapatkan bekal pembelajaran dasar membaca huruf hijaiyah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam upaya pembinaan spiritual dan pembentukan karakter selama mereka menjalani masa pidana di balik jeruji besi.
 
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini terlaksana berkat kerja sama yang erat antara Lapas Kelas IIB Selong dengan Majelis Tabligh Muhammadiyah melalui Korps Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Lombok Timur. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian warga binaan, dengan fokus utama memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keimanan.
 
Hadir sebagai tenaga pengajar dan pembina dalam kegiatan tersebut adalah para ulama dan tenaga pengajar agama, yakni TGH. Said Ramli, Lc., Ustadz Irham Wahyudi, Lc., dan Ustadz Jundi Sabiil Firdaus. Dalam penyampaian materinya, para mubaligh menyajikan materi pengenalan huruf hijaiyah secara bertahap menggunakan metode yang mudah dipahami, interaktif, dan menyentuh hati, sehingga mampu membangkitkan semangat belajar yang tinggi dari para peserta.
 
Terlihat jelas antusiasme yang luar biasa dari para warga binaan yang mengikuti setiap sesi pembelajaran. Dengan penuh kesungguhan dan ketekunan, mereka mempraktikkan cara pelafalan huruf hijaiyah yang benar, berlatih mengeja, serta menyimak setiap arahan dan bimbingan yang diberikan oleh para pengajar. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat, penuh kekeluargaan, dan sangat kondusif.
 
Kepala Lapas Kelas IIB Selong menyampaikan bahwa program “Zero Buta Hijaiyah” merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam menghadirkan sistem pembinaan yang lebih humanis, tidak hanya bersifat fisik namun juga menyentuh aspek spiritual dan mental warga binaan. Program ini diharapkan menjadi bekal berharga dan awal perubahan perilaku yang positif, agar kelak setelah bebas mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, taat beragama, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
 
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kementerian Imipas, Ditjen Pemasyarakatan, serta Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, yang terus berupaya memaksimalkan fungsi pembinaan di setiap Lembaga Pemasyarakatan guna mewujudkan pemasyarakatan yang berintegritas, berinovasi, dan berakuntabel.

Laporan : Bagoes