Lombok Timur, NTB – Sebuah musibah nahas menimpa warga Lingkungan Bagek Longgek Barat, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong. Seorang warga berinisial H (51 tahun), meninggal dunia setelah terseret arus deras di saluran air yang berada tepat di samping rumahnya, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Peristiwa terjadi tak lama setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Selong, Iptu Susana Ernawati Djangu, S.H., peristiwa bermula ketika air di sekitar kediaman korban mulai tergenang karena saluran air tersumbat tumpukan sampah dan pecahan batako. Khawatir air masuk ke rumah, korban berinisiatif membuka penutup saluran yang terbuat dari beton menggunakan linggis. Setelah penutup terbuka, korban turun ke dalam saluran dengan niat membersihkan sumbatan tersebut agar aliran air kembali lancar.
Namun, di luar dugaan, debit air yang turun dari hujan deras membuat arus di dalam saluran berjalan sangat kencang. Saat sedang bekerja membersihkan kotoran, korban tiba-tiba terpeleset dan langsung terseret arus yang kuat hingga tidak mampu lagi menyelamatkan dirinya sendiri.
Dalam keadaan panik, korban sempat berteriak meminta tolong kepada istrinya yang berinisial M dan berada di dekat lokasi. Mencoba menolong, namun arus yang begitu deras membuat upaya itu gagal. Istri korban kemudian memanggil dua warga lain, yakni MJ dan MM yang kebetulan berada di sekitar tempat kejadian. Bersama-sama, ketiga orang tersebut berusaha keras dan akhirnya berhasil menarik korban keluar dari saluran air, lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Lotim Medical Center menggunakan ambulans dari Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Timur untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong lagi. Setelah diperiksa oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah pun kemudian dibawa kembali ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga guna disiapkan pemakamannya.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Rusmaladi, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan kejadian murni musibah. Pihak keluarga pun telah menerima kepergian korban dengan ikhlas dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi.
“Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni,” ungkap Iptu Rusmaladi.
Terkait kejadian ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat Lombok Timur, mengingat cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah NTB. Dikatakan, dalam beberapa bulan terakhir sudah tercatat dua kasus serupa yang memakan korban jiwa.
“Kami mengingatkan masyarakat agar sangat berhati-hati dan tidak turun ke selokan, parit, atau saluran air saat sedang atau baru saja terjadi hujan deras. Kondisi arus yang bisa berubah menjadi sangat deras dan cepat itu sangat berbahaya dan mengancam nyawa,” tegas Rusmaladi.
Ia menambahkan, jajaran Bhabinkamtibmas di setiap desa dan kelurahan akan terus memperbanyak sosialisasi dan himbauan langsung ke warga agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Laporan : Bagoes
