Barsela24news.com | Mataram, 5 Juli 2026 – Polemik mengenai penyelenggaraan MXGP dan Lombok Sumbawa Motor Cross kembali mencuat dalam beberapa hari terakhir. Berbagai pemberitaan dan perdebatan di ruang publik kembali memantik pro dan kontra, bahkan dinilai semakin memanaskan suasana di tengah masyarakat.
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bang Zulkieflimansyah (Bang Zul), menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi tersebut. Menurutnya, perdebatan yang berkembang belakangan ini cenderung dipenuhi prasangka dan narasi yang tidak selalu disertai pemahaman utuh mengenai penyelenggaraan event internasional tersebut.
"Kalau kita terus ribut dan selalu memperkeruh suasana, yang rugi justru daerah kita sendiri. Penyelenggara event-event dunia membutuhkan daerah yang aman, nyaman, dan kondusif. Mereka tidak senang dengan kegaduhan yang terus dipelihara," ujarnya.
Bang Zul mengungkapkan, hingga saat ini pihak penyelenggara event internasional masih menjalin komunikasi dengannya untuk membahas peluang keberlanjutan penyelenggaraan MXGP di NTB. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa NTB masih memiliki daya tarik sebagai tuan rumah event olahraga dunia.
Ia juga menyinggung polemik lama mengenai pengadaan lahan di kawasan Samota yang selama ini kerap dikaitkan dengan penyelenggaraan MXGP. Menurutnya, panitia lokal MXGP tidak memiliki hubungan dengan proses pengadaan tanah tersebut, namun tetap menjadi sasaran berbagai tudingan di ruang publik.
"Panitia MXGP bertahun-tahun digiring dalam isu pengadaan tanah Samota, padahal tidak ada hubungan panitia dengan proses pengadaan tanah itu. Akibatnya daerah kita terlihat tidak kondusif di mata pihak luar," katanya.
Bang Zul juga membantah berbagai spekulasi mengenai nilai sponsorship yang disebut-sebut mencapai ratusan miliar rupiah. Menurut penjelasannya, apabila terdapat sponsor berskala global, kerja sama tersebut dilakukan langsung dengan pemegang lisensi internasional MXGP, bukan dengan panitia lokal di Indonesia.
Ia kemudian menjelaskan bahwa pada saat menjabat sebagai Gubernur NTB, dirinya pernah mengupayakan dukungan pemerintah pusat berupa hosting fee untuk penyelenggaraan dua seri MXGP, masing-masing sebesar Rp12 miliar di Lombok dan Rp12 miliar di Sumbawa. Total dukungan sebesar Rp24 miliar tersebut, menurutnya, telah memperoleh persetujuan pemerintah pusat.
Bang Zul menerangkan bahwa karena penyelenggaraan MXGP telah berlangsung saat dukungan tersebut disetujui, kemudian diselenggarakan kegiatan Lombok Sumbawa Motor Cross sehingga anggaran tersebut dapat digunakan sesuai mekanisme yang berlaku, dengan harapan sekaligus mendukung penyelenggaraan MXGP yang telah lebih dahulu terlaksana.
Meski demikian, Bang Zul menegaskan bahwa apabila dalam pelaksanaan Lombok Sumbawa Motor Cross terdapat dugaan penyimpangan atau tindak pidana korupsi, maka penyelesaiannya harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang saat ini sedang melakukan proses penyelidikan maupun penyidikan.
"Kalau memang dirasakan ada penyimpangan atau korupsi, serahkan kepada proses hukum di kepolisian dan kejaksaan. Jangan justru saling memfitnah dan membuat daerah kita gaduh terus," tegasnya.
Ia juga menyampaikan empati kepada panitia lokal yang, menurutnya, telah berupaya keras menghadirkan event internasional tersebut ke NTB melalui berbagai ikhtiar mencari dukungan pendanaan, namun justru terus menjadi sasaran berbagai tuduhan.
Menutup pernyataannya, Bang Zul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga iklim investasi dan penyelenggaraan event internasional di NTB. Menurutnya, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai berkembang menjadi kegaduhan berkepanjangan yang justru merugikan daerah sendiri.
"NTB memiliki potensi besar menjadi tuan rumah berbagai event dunia. Yang kita perlukan adalah menjaga kepercayaan, menciptakan suasana yang kondusif, dan membiarkan proses hukum berjalan secara profesional apabila memang ada dugaan pelanggaran. Jangan sampai karena kegaduhan yang terus dipelihara, kesempatan besar bagi daerah justru hilang," tutup Bang Zul.
Laporan: BR
