Diduga Akibat Kondisi Kesehatan Tidak Baik, Seorang Pendaki Asal Rempung Meninggal Dunia Di Bukit Savana Dandaun Sembalun

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Seorang pendaki bernama Hamzanwadi (40 tahun) asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Bukit Savana Dandaun, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, pada Sabtu (4/7/2026) malam. Kejadian ini diduga kuat berkaitan dengan kondisi kesehatan korban yang memiliki riwayat penyakit gula darah tinggi.
 
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Polsek Sembalun, peristiwa bermula ketika korban bersama empat orang rombongan memulai pendakian melalui jalur Lendakuta sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah melakukan pendaftaran dan pemeriksaan awal di pos pendakian, rombongan melanjutkan perjalanan menuju area perkemahan.
 
Sekitar pukul 17.33 WITA, korban mulai merasakan keluhan kelelahan yang cukup berat serta sesak di dada. Meski sempat disarankan untuk kembali ke pos awal, korban tetap melanjutkan perjalanan karena merasa sudah menempuh separuh jalan. Setibanya di area perkemahan, kondisi korban semakin memburuk hingga mengalami muntah-muntah. Setelah melaksanakan ibadah, korban beristirahat di dalam tenda.
 
Tidak lama kemudian, salah satu anggota rombongan mendengar tangisan anak korban yang memanggil dengan panik. Saat diperiksa, korban sudah tidak sadarkan diri dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Pihak rombongan segera meminta bantuan kepada pengelola kawasan wisata dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga serta petugas berwenang.
 
Menanggapi laporan tersebut, pihak Polsek Sembalun langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Kayangan dan Puskesmas Sembalun untuk melakukan proses evakuasi. Tim gabungan tiba di lokasi kejadian dan segera menurunkan jenazah menuju pos bawah secara aman dan hati-hati mengingat kondisi medan perbukitan.
 
Setelah tiba di Puskesmas Sembalun sekitar pukul 00.40 WITA, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa korban telah meninggal dunia sekitar pukul 19.20 WITA di lokasi perkemahan. Tidak ditemukan adanya bekas benturan, luka, atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian diduga karena faktor kesehatan, mengingat korban memiliki riwayat penyakit gula darah tinggi.
 
“Seluruh proses evakuasi berjalan lancar dan aman dengan dukungan penuh dari berbagai pihak serta keluarga korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka guna proses pemakaman,” jelas Kepala Polsek Sembalun dalam keterangan resminya.
 
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pencinta alam dan pendaki untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh sebelum memulai perjalanan. Disarankan pula untuk memberitahukan riwayat penyakit kepada petugas pos pendakian, membawa perlengkapan obat-obatan pribadi, serta mengenali batas kemampuan fisik masing-masing demi menjaga keselamatan selama di alam terbuka.
 
Sebagai perhatian bagi seluruh pengunjung kawasan wisata alam, Kepala Seksi Humas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi juga menghimbauan untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan pemdakian.
 
“ Pastikan kondisi kesehatan benar-benar baik. Bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan jantung, sebaiknya berhati-hati dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis. Jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan atau rasa tidak nyaman" himbaunya
 
"Kami juga mengimbau untuk selalu mematuhi petunjuk keselamatan yang diberikan pengelola tempat wisata, membawa perlengkapan yang memadai, serta menginformasikan kondisi kesehatan kepada petugas. Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama.” tutupnya
 
Polres Lombok Timur melalui kasi humas mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Hamzanwadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
 
Saat ini pihak keluarga sedang memusyawarahkan rencana pemeriksaan lebih lanjut atau otopsi, sementara itu keluarga korban sudah menerima keberadaan kejadian dengan ikhlas

Laporan : Bagoes