Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB, 16 Agustus 2026 — Sambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Gerakan Revolusi Mental (GMR) Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, menggelar sejumlah kegiatan yang sarat dengan semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, diawali dengan gerak jalan sehat yang melibatkan masyarakat Desa Mujur. Tak hanya olahraga bersama, kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian sejumlah hadiah bagi peserta, mulai dari mesin cuci, kipas angin, hingga berbagai hadiah lainnya.
Ketua GMR Desa Mujur, Agung Gumilang Sorenggana, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian para pemuda terhadap semakin minimnya perhatian generasi muda terhadap jasa para pejuang kemerdekaan.
“Kami melihat kepedulian pemuda terhadap jasa para pahlawan masih minim. Karena itu, kami berinisiatif melaksanakan sejumlah kegiatan dalam momentum kemerdekaan ini,” ujar Agung.
Menurutnya, rangkaian kegiatan GMR tidak berhenti pada gerak jalan sehat. Pada malam 16 Agustus, GMR juga akan menggelar kegiatan bertajuk “Ruang Riuh Merdeka”, yang dirangkai dengan hiburan musik dan renungan suci untuk mengenang serta mendoakan para pahlawan.
Dalam kegiatan tersebut, GMR menghadirkan artis lokal Raisya sebagai salah satu pengisi acara.
Agung menegaskan seluruh kegiatan GMR tersebut dilaksanakan secara mandiri tanpa meminta pembiayaan dari Pemerintah Desa Mujur.
“Karena ini murni gerakan revolusi mental, kami tidak melibatkan Pemerintah Desa. Dari dulu kami tidak pernah meminta dana dari desa. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda mampu berkegiatan dan berkarya meskipun tanpa bantuan dana dari pemerintah desa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kaur Pemerintahan Desa Mujur, Saiful Azhaq, yang membenarkan bahwa kegiatan GMR tersebut tidak dibiayai Pemerintah Desa.
Agung menambahkan, kegiatan semacam ini bukan pertama kali dilakukan. GMR berkomitmen menjadikannya agenda rutin setiap momentum peringatan perjuangan dan kemerdekaan bangsa.
“Apa yang kami lakukan ini merupakan wujud kepedulian terhadap para pahlawan. Semoga apa yang kami lakukan tercatat sebagai bagian dari perjuangan dan kecintaan kami terhadap Tanah Air,” katanya.
Ia juga memaknai rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan atau seremoni kemerdekaan, melainkan sebagai bentuk komunikasi spiritual dan refleksi generasi muda atas pengorbanan para pejuang.
“Lewat kegiatan ini merupakan wujud komunikasi kami dengan Allah SWT. Semoga bisikan ini terdengar langsung di telinga para pahlawan,” ungkap Agung.
Khusus untuk renungan suci, GMR berharap seluruh masyarakat Desa Mujur dapat hadir dan bersama-sama memanjatkan doa untuk para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Untuk renungan suci, kami berharap semua warga Desa Mujur hadir dan berdoa bersama untuk para pahlawan kita,” tutup Agung.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga melalui kepedulian, gotong royong, penghormatan terhadap sejarah, serta keberanian generasi muda untuk bergerak dan berkontribusi bagi masyarakat. (Jamiri)
