KOMPAK Desak Bupati Abdya Setop Tambang Babahrot: Jangan Tunggu Banjir Bandang Telan Korban

Barsela24news.com

Saharuddin, Koordinator LSM KOMPAK


Abdya - Banjir berulang melanda Babahrot. Tanah dari kawasan pegunungan terbawa arus, sebagian material di lapangan diduga berasal dari kawasan aktivitas pertambangan. KOMPAK meminta Bupati Abdya menghentikan sementara aktivitas tambang bijih besi dan segera membentuk tim investigasi bersama APH.


Koalisi Masyarakat Pejuang Keadilan (KOMPAK) mendesak Bupati Aceh Barat Daya mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pertambangan bijih besi di Kecamatan Babahrot.


Bagi KOMPAK, persoalannya bukan lagi semata-mata soal investasi, produksi, atau tenaga kerja. Keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan perusahaan.


Banjir yang berulang setiap hujan deras telah membuat masyarakat hidup dalam kecemasan. Mereka tidak lagi sekadar menghadapi genangan air, tetapi menghadapi ancaman yang jauh lebih serius: kemungkinan terjadinya banjir bandang yang dapat menimbulkan kerusakan lebih besar dan korban jiwa.


Di Babahrot terdapat sejumlah perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan bijih besi, di antaranya PT Juya Aceh Mining, PT Lauser Karya Tambang, dan PT Bumi Babahrot.


KOMPAK tidak menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sebagai penyebab banjir. Namun, ketika aktivitas pertambangan berlangsung di kawasan yang menghadapi banjir berulang, pemerintah tidak boleh menutup mata.


Pemerintah wajib memastikan apakah aktivitas pertambangan memiliki kaitan dengan perubahan kondisi lingkungan dan meningkatnya risiko banjir di wilayah tersebut.


Tanah Pegunungan Terbawa Arus


Temuan masyarakat di lapangan semakin memperkuat kebutuhan dilakukannya investigasi.


Saat banjir terjadi, masyarakat menemukan tanah dan material dari kawasan pegunungan terbawa derasnya arus air hingga masuk ke wilayah yang terdampak banjir. Sebagian material tersebut diduga berasal dari kawasan yang terdapat aktivitas pertambangan.


Kondisi ini harus segera diperiksa secara ilmiah.


Jika material tanah dalam jumlah besar terus terbawa air, kemudian mengendap di sungai, drainase dan daerah aliran air, sedimentasi dapat meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mengurangi kapasitas aliran sungai sehingga ketika hujan deras kembali terjadi, air lebih cepat meluap.


Karena itu, pertanyaannya sederhana: dari mana tanah dan material tersebut berasal? Apakah berasal dari proses alam, aktivitas pembukaan lahan, atau berkaitan dengan kegiatan pertambangan?


Jangan biarkan masyarakat hanya menerka-nerka.


Jawabannya harus diberikan melalui investigasi teknis yang independen, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.


Bukan melalui klaim perusahaan. Bukan pula berdasarkan asumsi pemerintah.


Bupati Jangan Menunggu Korban


KOMPAK meminta Bupati Abdya segera membentuk Tim Pencari Fakta dan Investigasi Lingkungan dengan melibatkan dinas teknis, ahli lingkungan, ahli hidrologi, serta aparat penegak hukum (APH).


Tim tersebut harus memeriksa seluruh aktivitas perusahaan, termasuk kepatuhan terhadap dokumen lingkungan, perubahan bentang alam, sistem pengendalian air dan sedimentasi, reklamasi, pengelolaan material tambang, serta kemungkinan dampaknya terhadap sungai, lahan dan permukiman masyarakat.


Investigasi juga harus menjawab apakah terdapat hubungan antara aktivitas pertambangan dengan material tanah yang terbawa arus banjir.


KOMPAK meminta seluruh hasil investigasi nantinya dibuka kepada publik.


Jika perusahaan terbukti menjalankan kegiatan sesuai aturan dan tidak ditemukan hubungan dengan persoalan lingkungan, maka perusahaan juga harus mendapatkan kepastian. Namun jika ditemukan pelanggaran atau kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan, pemerintah tidak boleh ragu memberikan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum.


Hentikan Sementara Aktivitas Tambang


Dalam situasi seperti sekarang, KOMPAK meminta Bupati Abdya tidak mengambil risiko.


Seluruh aktivitas pertambangan di wilayah yang berpotensi terdampak harus dihentikan sementara sampai investigasi menyeluruh selesai.


Penghentian sementara bukan berarti pemerintah telah memvonis perusahaan bersalah. Ini merupakan langkah pencegahan agar keselamatan masyarakat tidak dipertaruhkan selama proses pemeriksaan berlangsung.


Investigasi tidak boleh dilakukan secara seremonial. Pemerintah harus memberikan waktu yang cukup, bahkan beberapa bulan jika diperlukan, untuk memastikan seluruh fakta lapangan benar-benar terungkap.


Perusahaan Jangan Hanya Datang Mengambil Bijih


KOMPAK juga mendesak perusahaan bertanggung jawab terhadap masyarakat yang terbukti terdampak.


Apabila hasil investigasi menemukan adanya hubungan antara aktivitas pertambangan dengan kerusakan lingkungan atau kerugian masyarakat, perusahaan harus memberikan kompensasi dan melakukan pemulihan ekologis sesuai ketentuan hukum.


Tanggung jawab perusahaan tidak boleh berhenti pada pembayaran upah tenaga kerja atau program bantuan sosial.


Perusahaan datang mengambil sumber daya dari bumi Abdya. Maka tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat Abdya juga harus nyata.


Pemerintah harus mendata seluruh kerugian masyarakat secara objektif. Jangan sampai warga menanggung sendiri kerusakan lahan, rumah, infrastruktur dan lingkungan, sementara perusahaan tetap menjalankan produksi.


2027 Harus Menjadi Tahun Penentuan


KOMPAK meminta pemerintah tidak terburu-buru memberikan ruang bagi perusahaan untuk kembali beroperasi sebelum seluruh persoalan selesai diperiksa.


Biarkan investigasi berjalan beberapa bulan jika memang diperlukan.


Periksa dokumen. Periksa lokasi tambang. Periksa kawasan pegunungan. Periksa sungai. Periksa sedimentasi. Periksa sistem pengelolaan air. Periksa kewajiban lingkungan. Periksa dampaknya terhadap masyarakat.


Setelah semuanya selesai, hasil investigasi harus menjadi dasar pemerintah dalam mengambil keputusan.


Jika perusahaan terbukti patuh, memenuhi seluruh kewajiban, menyelesaikan kompensasi kepada masyarakat yang terbukti terdampak, serta melakukan pemulihan terhadap kerusakan ekologis yang terbukti ditimbulkan aktivitasnya, maka pada 2027 pemerintah dapat mempertimbangkan kembali keberlanjutan operasional perusahaan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.


Sebaliknya, jika perusahaan terbukti tidak patuh, merugikan masyarakat, atau gagal memenuhi kewajiban pemulihan lingkungan, pemerintah harus berani mengatakan tidak.


KOMPAK ingin menguji satu hal: seberapa serius perusahaan tambang menghormati masyarakat, lingkungan dan pemerintah daerah.


Jangan sampai pemerintah hanya kuat ketika memberikan izin, tetapi lemah ketika masyarakat meminta perlindungan.


Jangan Tunggu Banjir Menjadi Tragedi


Bupati Abdya sekarang memiliki pilihan: menunggu sampai bencana semakin besar, kemudian mencari siapa yang bertanggung jawab; atau bertindak sekarang, ketika risiko korban jiwa masih dapat dicegah.


Bagi KOMPAK, keselamatan warga bukan ruang untuk eksperimen.


Tambang bisa dihentikan sementara. Produksi bisa ditunda. Investigasi bisa dilakukan. Tetapi nyawa manusia tidak bisa dikembalikan.


Karena itu, KOMPAK mendesak Bupati Abdya segera menghentikan sementara aktivitas pertambangan bijih besi di Babahrot, membentuk Tim Pencari Fakta bersama APH, melakukan investigasi menyeluruh, membuka hasil pemeriksaan kepada publik, memastikan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya kepada masyarakat, dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar keputusan terhadap keberlanjutan aktivitas tambang pada 2027.


Laporan : Redaksi