Barsela24news.com | Lombok Tengah, 26 Agustus 2026 — Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, mulai membuka tahapan pendaftaran bakal calon Kepala Desa Mujur pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Pada hari pertama pendaftaran, H. Isro’ KM, SH menjadi pendaftar perdana. Politisi senior Lombok Tengah yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Lombok Tengah tersebut datang membawa gagasan dan harapan untuk membangun Desa Mujur melalui visi “Mujur MASMIRAH”, yang merupakan akronim dari Maju, Adil, Sejahtera, Mandiri, Inovatif, Religius, Aman, dan Harmonis.
Keputusan H. Isro’ untuk maju dalam kontestasi Pilkades bukan tanpa alasan. Setelah cukup lama berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan, ia memilih terjun langsung ke tingkat desa karena melihat masih banyak ruang yang dapat dikembangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Mujur.
Menurut H. Isro’, Pilkades harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan gagasan, kemampuan, integritas, dan komitmen membangun desa, bukan menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
“Mari kita sambut pesta demokrasi Pilkades dengan hati sejuk, penuh riang gembira, dan tetap mengedepankan jalinan kekeluargaan. Pilihan boleh saja berbeda, tetapi persatuan dan keutuhan persaudaraan harus tetap terpelihara,” ujar H. Isro’.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
“Kami sangat berharap kita bersama menjaga Pilkades dengan semangat persatuan, demokrasi yang santun, serta menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” sambungnya.
H. Isro’ menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar ajang memilih siapa yang akan menduduki kursi Kepala Desa. Lebih dari itu, Pilkades merupakan proses untuk melahirkan pemimpin desa yang mampu bekerja secara profesional dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Lewat Pilkades lahirnya pemimpin desa yang berkualitas. Profesionalisme para calon kepala desa dan kedewasaan masyarakat pemilih adalah kunci utama demokrasi desa,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar perbedaan pilihan tidak berubah menjadi permusuhan. Sebab, siapa pun yang nantinya terpilih tetap memiliki tujuan yang sama, yakni membangun Desa Mujur menjadi lebih baik.
“Beda pilihan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai berbeda tujuan untuk kita sama-sama membangun desa. Jadikan Pilkades sebagai kompetisi gagasan, bukan ajang permusuhan dan perpecahan.”
Dengan dimulainya pendaftaran bakal calon, tahapan Pilkades Mujur diharapkan dapat berlangsung secara demokratis, aman, tertib, dan bermartabat. Masyarakat pun diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak serta menjaga persaudaraan hingga seluruh tahapan Pilkades selesai.
Pewarta: Tim Loteng
