Barsela24news.com | Sumbawa Barat, 5 September 2026 - Desa Seminar Salit Kabupaten Sumbawa Barat kembali dihadapkan pada momentum penting untuk menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan. Di tengah dinamika tersebut, Buntaran yang akrab disapa Yoyo dengan tegas menyatakan kesiapannya maju sebagai Calon Kepala Desa Seminar Salit dengan membawa pesan Mohon Doa dan Restunya.
Momen pendaftaran Buntaran Yoyo berlangsung meriah dan penuh semangat. Ratusan masa pendukung memadati lokasi hingga memerahkan langit dengan semangat kebersamaan. Tercatat sekitar 300 orang pendukung hadir mengantarkan Buntaran Yoyo, menunjukkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat desa.
Dalam iring-iringan tersebut tampak hadir sederetan tokoh masyarakat Seminar Salit yang selama ini menjadi panutan warga. Di antaranya H. Masurung, H. Masarang, H. Dahlis, Safii, Ibrahim H. Abu, Ahakam, Sahdan Dano, Hasanuddin Tuwo, dan Ahmad Sarif. Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti bahwa langkah Buntaran Yoyo mendapat restu dan dukungan dari para sesepuh desa.
Turut hadir dan menjadi salah satu penggerak utama dalam pergerakan ini adalah Erik Saputra. Sebagai tokoh pemuda, Erik Saputra berperan sebagai motor penggerak suara dan penghubung aspirasi anak muda. Kehadirannya menegaskan bahwa pergerakan Buntaran Yoyo tidak hanya didukung para tokoh senior, tetapi juga digerakkan langsung oleh energi pemuda desa.
VISI
“Mewujudkan Desa yang Mandiri, Berakhlak, Sejahtera, dan Berdaya Saing melalui Pelayanan yang Tulus, Transparan, dan Berpihak pada Masyarakat.”
Visi ini menjadi kompas dalam setiap langkah pengabdian Buntaran Yoyo. Ia ingin memastikan bahwa setiap kebijakan, program, dan kegiatan yang dijalankan berpijak pada kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab.
PROGRAM & KOMITMEN
1. PENDIDIKAN & KEMASYARAKATAN
Mendorong pendidikan karakter dan kesehatan masyarakat.
Memberdayakan keluarga pra sejahtera, lansia, dan anak-anak.
Pemberian beasiswa untuk S1 bagi yang tidak mampu.
2. EKONOMI & USAHA
Mendukung pelaku UMKM dan usaha lokal.
Membuka peluang kerja bagi pemuda.
Mengembangkan potensi desa untuk meningkatkan pendapatan warga.
3. PEMERINTAHAN & PELAYANAN
Mengutamakan pelayanan prima yang cepat dan mudah.
Mengelola anggaran secara terbuka dan bertanggung jawab.
Melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.
4. KEAGAMAAN & BUDAYA
Memperkuat nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan Al-Qur'an.
Melestarikan adat, budaya, dan tradisi desa sebagai jati diri.
Mendirikan pondok pesantren.
5. KESEHATAN
Pendampingan pelayanan kesehatan dari tingkat puskesmas Rumah Sakit KSB sampai rujuk ke RSUP.
Pelayanan ambulance 24 jam.
Pemeriksaan kesehatan gratis di desa.
KOMITMEN SAYA
Mengutamakan kepentingan rakyat
Amanah, jujur, dan bertanggung jawab
Terbuka terhadap saran dan kritik
Bersama membangun desa yang lebih baik
Berangkat dari bawah dan mengenal langsung kondisi di lapangan, Buntaran Yoyo melihat bahwa kekuatan terbesar Desa Seminar Salit ada pada warganya sendiri. Ia meyakini bahwa pembangunan tidak akan berjalan maksimal jika hanya bertumpu pada satu orang atau satu kelompok. Karena itu ia mengusung semboyan Berema tu sebalong desa yang artinya berjalan bersama-sama untuk desa.
Menurutnya, pemimpin adalah pelayan. Jabatan bukanlah tujuan, melainkan alat untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan, mempercepat pembangunan, dan menjaga keharmonisan sosial. Dengan memakai jas merah dan peci hitam dalam poster, ia ingin menunjukkan semangat keberanian sekaligus sikap hormat kepada adat dan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam perjalanannya menyapa warga, Buntaran Yoyo mencatat sejumlah harapan yang paling sering disampaikan. Warga menginginkan pelayanan administrasi desa yang cepat dan tidak berbelit. Warga mengharapkan perhatian lebih terhadap perekonomian keluarga, terutama pelaku UMKM, petani, dan pemuda. Warga juga ingin desa tetap menjaga kekompakan, gotong royong, dan nilai-nilai budaya lokal agar tidak tergerus zaman.
Buntaran Yoyo juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Ia tidak ingin menjadi pemimpin yang jauh dari warganya. Pintu untuk berdiskusi, menyampaikan kritik, dan memberi masukan akan selalu terbuka. Karena menurutnya, kritik yang membangun adalah vitamin bagi jalannya pemerintahan yang sehat.
Insyaallah amanah bukan hanya tulisan di poster. Itu adalah janji yang akan diuji oleh waktu dan oleh tindakan. Jika diberi kepercayaan, saya akan bekerja dengan hati, bekerja dengan tenaga, dan bekerja bersama semua pihak. Tidak ada tim saya dan tim lain. Yang ada hanya kita, warga Desa Seminar Salit, katanya.
Deklarasi ini menjadi pembuka dari rangkaian silaturahmi Buntaran Yoyo ke dusun-dusun, majelis, kelompok tani, karang taruna, dan komunitas lain di Desa Seminar Salit. Tujuannya sederhana, mendengar langsung, mencatat, dan menyusun program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak golput dan tidak apatis. Mari kita gunakan hak pilih dengan bijak. Mari kita pilih pemimpin yang mau bekerja, mau turun, dan mau bertanggung jawab. Mari kita jaga pemilu di desa kita tetap damai, riang, dan penuh persaudaraan.
Di akhir pernyataannya, Buntaran Yoyo kembali menegaskan bahwa dirinya maju karena panggilan hati. Bukan karena ambisi pribadi, tetapi karena ingin melihat Seminar Salit lebih baik, lebih mandiri, dan lebih disegani. Dengan semangat siap mengabdi dan prinsip amanah, ia berharap bisa menjadi bagian dari solusi untuk menjawab tantangan desa ke depan.
Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Wujudkan Desa yang Kita Banggakan.
Seminar Salit layak mendapatkan pemimpin yang hadir, pemimpin yang mendengar, dan pemimpin yang bekerja. Mari berema tu sebalong desa, berjalan bersama membangun rumah kita bersama, tutupnya. (BR)
