GERAK JAKARTA GELAR NGOPI SENJA-MENUJU 100 TAHUN SUMPAH PEMUDA, DARI GERAKAN MASSA MENUJU RUANG KUASA

Barsela24news.com


JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, GERAK JAKARTA menggelar diskusi publik bertajuk “Ngopi Senja: Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda, Dari Gerakan Massa Menuju Ruang Kuasa”, pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 18.30 WIB, bertempat di Sekretariat GERAK JAKARTA, Jalan M. Yamin No. 16, Menteng, Jakarta Pusat.


Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang pemerintahan, akademisi, organisasi kepemudaan, dan gerakan masyarakat sipil, yakni Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta; Dr. Irine Hiraswari Gayatri, Peneliti Senior BRIN,Patria Ginting, Ketua DPP Taruna Merah Putih,serta Robi Maulana-Koordinator Program GERAK JAKARTA. Diskusi dimoderatori oleh Fanda dari GERAK JAKARTA.


Mengangkat momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028, forum ini menjadi ruang refleksi mengenai posisi dan peran generasi muda dalam menghadapi perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang semakin kompleks.


Pembahasan diarahkan pada bagaimana gerakan pemuda tidak hanya menjadi kekuatan mobilisasi massa dan penyampai kritik, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kekuatan yang memiliki kapasitas memengaruhi kebijakan publik dan mengambil bagian dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.


Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, mulai dari krisis iklim, ketegangan geopolitik global, kedaulatan ekonomi nasional, hingga tantangan demokrasi ekonomi di Indonesia.


Di tengah perubahan geopolitik dan persaingan ekonomi dunia, generasi muda dituntut memiliki perspektif kebangsaan yang lebih luas. Kedaulatan energi, pangan, teknologi, pengelolaan sumber daya alam, serta pemerataan kesempatan ekonomi menjadi agenda penting yang tidak dapat dilepaskan dari masa depan demokrasi Indonesia.


Forum ini juga menyoroti pentingnya demokrasi yang tidak berhenti pada proses elektoral dan pergantian kepemimpinan, tetapi mampu menghadirkan keadilan ekonomi, kesempatan yang setara, serta distribusi kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.


GERAK JAKARTA memandang bahwa sejarah Sumpah Pemuda 1928 memberikan pelajaran penting tentang kemampuan generasi muda membangun persatuan dan kesepakatan politik di tengah perbedaan latar belakang serta kepentingan.


Semangat tersebut perlu diterjemahkan dalam konteks kekinian melalui penguatan organisasi kepemudaan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, partisipasi dalam proses politik, serta keberanian menghadirkan gagasan dan solusi bagi persoalan bangsa.


Melalui diskusi ini, GERAK JAKARTA berharap lahir perspektif dan gagasan baru mengenai pentingnya transformasi gerakan pemuda, dari mobilisasi menuju organisasi, dari kritik menuju solusi, dan dari aktivisme menuju kepemimpinan.


Dalam sambutanya, Ketua Umum Gerak Jakarta Dhini M menyampaikan “Pemuda tidak boleh hanya menjadi generasi yang pandai mengkritik kekuasaan. Generasi muda harus memiliki kapasitas untuk memengaruhi kebijakan, mengambil tanggung jawab kepemimpinan, dan memastikan kekuasaan dijalankan untuk kepentingan masyarakat luas.”


Menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda, GERAK JAKARTA mengajak seluruh elemen pemuda untuk kembali memperkuat semangat persatuan, memperluas partisipasi demokrasi, dan mengambil peran aktif dalam menentukan arah masa depan Indonesia.


Sebab, masa depan bangsa tidak cukup hanya diwariskan kepada generasi muda. Masa depan itu harus turut diperjuangkan dan ditentukan oleh generasi muda.


Laporan : Redaksi