MATARAM, NTB, 29 April 2026 - Nusa Tenggara Barat menatap *IFMA Muaythai World Championship Malaysia 2026* dengan satu misi: tebus perak jadi emas.
NTB mengirim dua andalan bersaudara kandung peraih medali perak PON Aceh 2024: *Ardiansyah di kelas 67 kg* dan sang adik *Gunawan di kelas 51 kg*. Kakak-adik asal NTB ini didampingi pelatih kepala Jainul Arifin — Ketua Pengkab Muaythai Dompu sekaligus putra asli Dompu — yang meracik strategi menuju kejuaraan dunia di Kuala Lumpur.
Trio ini bukan pasangan baru. Dua perak PON Aceh 2024 dari kakak-adik ini jadi modal berharga. Jainul Arifin dikenal detail, disiplin, dan tanpa kompromi di sesi latihan. Ardiansyah dan Gunawan menjawabnya dengan eksekusi dingin di ring. Kini mereka satu visi: menebus perak jadi emas di level dunia, untuk keluarga dan daerah.
Sebagai putra Dompu, Jainul Arifin mengemban misi ganda: mengharumkan nama Dompu dan NTB di panggung dunia IFMA. “Perak di PON kemarin jadi pelecut. Dua perak dari kakak-adik ini harus kita tebus jadi emas di Malaysia. Ini soal bawa nama Dompu, bawa nama NTB ke World Championship,” tegas Jainul Arifin usai memimpin latihan, Selasa 29/4.
“Emas harga mati. Target kita jelas. Kita mau pulang bawa emas dari Malaysia. Ini soal harga diri Dompu, NTB, dan Indonesia di mata dunia,” tambahnya.
Ardiansyah, sang kakak petarung kelas 67 kg, menambahkan persiapan terus digenjot bersama adiknya. “PON kemarin saya dan adik belum rezeki emas. Sekarang fokus kami hanya satu: kasih yang terbaik di IFMA World Championship. Kami bawa nama keluarga, bawa nama NTB,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua MI NTB, Eddy Sophiaan. Menurutnya, Ardiansyah, Gunawan, dan Jainul Arifin adalah aset daerah yang wajib dikawal sampai podium tertinggi. “Dua perak PON dari kakak-adik ini sudah bagus, tapi kita belum puas. Pengurus MI NTB all out. Fasilitas, try out, sampai pendampingan psikologi atlet kita siapkan,” kata Eddy.
Eddy Sophiaan menegaskan, IFMA Muaythai World Championship Malaysia 2026 adalah momentum NTB unjuk gigi di level dunia. “Ini kerja kolektif. Lihat, kakak-adik saja kompak bawa nama daerah. Apalagi kita semua. Coach Jainul ini putra Dompu, kebanggaan kita,” ujarnya.
Ia juga menitipkan pesan khusus ke tim. “Ke Coach Jainul Arifin, jaga ritme latihan dan mental anak-anak. Ke Ardiansyah dan Gunawan, kalian kakak-adik, jaga satu sama lain di ring. Tanding lepas tapi tetap fokus. Tebus perak PON dengan emas dunia. Dompu dan NTB bangga sama kalian,” tutup Eddy Sophiaan.
Ajang IFMA Muaythai World Championship Malaysia 2026 di Kuala Lumpur diprediksi jadi pertarungan sengit atlet-atlet terbaik dunia. NTB optimis. Dengan kakak-adik Ardiansyah 67 kg dan Gunawan 51 kg sebagai atlet, Jainul Arifin — putra Dompu sekaligus Ketua Pengkab Muaythai Dompu — sebagai pelatih kepala, dan dikawal langsung Ketua MI NTB Eddy Sophiaan, misi menebus perak jadi emas bukan sekadar mimpi. (BR)
