Kedepankan Sinergisitas, Eddy Sophiaan Bawa MPW PP NTB Kolaborasi dengan Diskominfotik NTB

Barsela24news.com

Barsela24news, Mataram 30 April 2026 - Kedepankan sinergisitas membangun NTB, Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila NTB menggelar audiensi ke Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. H. Aksanul Khalik, M.Si, hari ini Kamis, 30 April 2026 di Kantor Diskominfotik NTB, Udayana Mataram.

Rombongan dipimpin langsung Ketua MPW PP NTB Eddy Sophiaan, ST bersama jajaran MPO dan MPC se-NTB. Audiensi membahas kolaborasi komunikasi publik, literasi digital, dan peran strategis ormas dalam diseminasi program Pemprov NTB.

“Sinergis itu penting. Membangun NTB harus merangkul semua, termasuk kita Pemuda Pancasila NTB,” tegas Eddy Sophiaan, ST membuka pertemuan. “PP NTB siap jadi mitra strategis. Struktur kita lengkap dari MPW, MPC, PAC sampai Ranting. Ini modal untuk bantu sosialisasi program pemerintah dan sebarkan informasi positif di masyarakat.”

Eddy Sophiaan juga menitipkan pesan khusus ke jajaran Pemuda Pancasila. “Pertama, kader PP harus jadi contoh. Jaga marwah organisasi, jangan bikin gaduh. Kedua, kita kawal program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sampai tuntas di lapangan. Ketiga, manfaatkan media sosial untuk sebarkan hal positif tentang NTB. Jangan mau diadu domba. NTB ini rumah kita bersama,” pesannya.

Terkait pelaksanaan pembangunan di NTB, MPW PP NTB menegaskan komitmennya mendukung penuh visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. “Pembangunan NTB harus berkeadilan. Tidak boleh ada daerah yang merasa ditinggalkan. PP NTB ada di 10 kabupaten/kota, kami siap jadi mata dan telinga pemerintah untuk pastikan program benar-benar sampai ke masyarakat bawah,” kata Eddy Sophiaan.

Wakil Ketua MPW PP NTB Hafid Hasyim menambahkan, PP NTB tetap memegang prinsip loyal sekaligus kritis. “Insya Allah PP NTB akan selalu mendukung program pemerintah NTB dan satu garis komando. Tetapi sikap kritis kami akan tetap ada. Apabila ada hal-hal yang tidak pro kepentingan rakyat, kami juga akan tetap kritis kepada pemerintah NTB. Kami punya perwakilan di 10 kabupaten/kota, jadi aspirasi rakyat dari bawah pasti sampai,” tegas Hafid Hasyim.

Eddy Sophiaan juga menyoroti pentingnya pemberdayaan pemuda dalam pembangunan. “Bonus demografi NTB itu nyata. Kalau pemuda kita tidak dilibatkan, pembangunan bisa timpang. PP NTB siap cetak kader-kader muda yang tidak hanya militan, tapi juga melek digital dan punya skill. Kolaborasi dengan Diskominfotik ini pintu masuknya,” tegasnya.

Selain itu, MPW PP NTB mendorong transparansi dan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. “Pembangunan tanpa partisipasi publik rawan distorsi. Lewat struktur PP sampai ranting, kami bantu sampaikan aspirasi warga ke pemerintah, sekaligus terjemahkan program pemerintah ke bahasa rakyat. Itu wujud sinergisitas yang konkret,” tutup Eddy Sophiaan.

Meski mendukung penuh, MPW PP NTB juga menyampaikan sejumlah catatan kritis. Eddy Sophiaan menekankan agar pembangunan tidak hanya fokus di pusat kota. “Kami masih temukan keluhan dari kader di pulau Sumbawa dan Lombok bagian selatan. Infrastruktur dasar, akses internet, dan pemerataan lapangan kerja belum maksimal. Ini harus jadi atensi serius Pemprov. Jangan sampai jargon NTB Makmur Mendunia tidak boleh berhenti di Pulau Lombok saja,” kritiknya.

Secara khusus, MPW PP NTB menyoroti kondisi jalan rusak di Pulau Sumbawa yang viral beberapa hari terakhir. Sorotan tajam datang dari Ketua MPC PP Sumbawa LB Sahruddin atau akrab disapa Bang Sandy. “Jalan Lunyuk-Lenangguar di Kabupaten Sumbawa itu berbulan-bulan belum selesai dikerjakan. Masyarakat Sumbawa sudah jenuh dengan janji. Ini jalan provinsi, urat nadi ekonomi rakyat. Kami di MPC PP Sumbawa mendesak Pemprov NTB jangan tutup mata,” tegas Bang Sandy.

Bang Sandy juga menyoroti persoalan tambang dan lingkungan di Kabupaten Sumbawa. “MPC PP Kabupaten Sumbawa menyoroti terkait ilegal logging, ilegal mining, dan IPR tambang rakyat yang kami rasa harus diatensi secara khusus. Karena sektor tambang rakyat ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai rakyat kecil jadi korban, sementara yang besar dibiarkan. Pemprov harus hadir menata, bukan menutup mata,” tambah Bang Sandy.

Senada, Ketua MPC PP KSB Gusti yang akrab disapa Joy turut menyoroti persoalan di wilayahnya. “MPC KSB menyoroti terkait tambang yang ada di KSB. Maraknya tambang-tambang ilegal ini harus segera ditertibkan. Selain itu, pelayanan Bank NTB Syariah juga kami nilai kurang maksimal terhadap nasabahnya. Isu dan kritikan harus direspon dengan cepat. Jangan sampai mandeknya pelayanan Bank NTB Syariah membuat nasabah antri sampai berjam-jam. Ini merugikan masyarakat kecil,” tegas Joy.

Menanggapi laporan itu, Ketua MPW PP NTB Eddy Sophiaan, ST meminta persoalan jalan Lunyuk-Lenangguar segera dituntaskan. “Saya tegaskan, persoalan jalan Lunyuk-Lenangguar di Kabupaten Sumbawa harus segera dituntaskan. Berbulan-bulan tidak selesai ini keterlaluan. Ini bukan soal politik, ini soal hak dasar rakyat Sumbawa. PP NTB akan kawal terus sampai tuntas. Rakyat Sumbawa juga bayar pajak. Mereka berhak dapat jalan mulus,” tegas Eddy Sophiaan.

MPW PP NTB juga meminta Pemprov lebih cepat merespons isu yang berkembang di masyarakat. *“Seringkali informasi resmi pemerintah lambat. Akibatnya ruang publik diisi spekulasi. Diskominfotik harus lebih agresif, lebih cepat, dan lebih humanis dalam komunikasi krisis. PP siap bantu jadi penyambung lidah, tapi kecepatan dari hulu tetap kunci,” tambah Eddy Sophiaan.

Dr. H. Aksanul Khalik, M.Si selaku Kadis Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Gubernur NTB menyampaikan terima kasih atas kunjungan MPW PP NTB. “Pentingnya kita silaturahmi ini adalah bahwa NTB harus kita kawal bersama. Pesan dari Pak Gubernur, banyaknya program yang harus kita sinergikan. Program Desa Berdaya, mengatasi daerah-daerah blankspot ini harus kita kawal,” ujar Bang Aka, sapaan akrab Kadis Kominfotik NTB.

Menanggapi program Desa Berdaya, Sekjen MPC PP Lombok Barat Hendri berharap pihaknya dilibatkan. “Desa Berdaya di MPC khusus Lombok Barat harus dilibatkan. Kami punya struktur sampai ranting, siap jadi mitra pemerintah untuk pastikan program ini tepat sasaran dan dirasakan warga desa,” ujar Hendri.


“Program pariwisata juga harus didukung bersama. Pembangunan jalan di dua pulau, Lombok dan Sumbawa, juga jadi fokus. Banyaknya ini ada di Pulau Sumbawa,” lanjut Bang Aka. *“Di tahun kedua, jalan Pulau Sumbawa akan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Khusus terkait tambang, Bang Aka menegaskan CSR harus jelas. “CSR itu harus lebih besar ke masyarakat daripada ke pemerintah. Jangan terbalik. Masyarakat yang kena dampak langsung, mereka yang harus dapat manfaat paling besar,” ujar Bang Aka.

Soal pelayanan kesehatan, Bang Aka menyebut ini jadi skala prioritas. “Pelayanan kesehatan terus kami benahi, termasuk rumah sakit rujukan di Sumbawa yaitu Rumah Sakit Manambai Sumbawa. Itu rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa. Pelayanan kesehatan ini menjadi skala prioritas. Ayo kita awasi bersama terkait kebijakan-kebijakan yang ada di NTB,” ajak Bang Aka.

Terkait konflik sosial di IPR tambang rakyat di Pulau Sumbawa, Bang Aka memastikan akan dituntaskan. “Insya Allah kami tuntaskan. IPR ini harus jelas dan akan dibuatkan Perda, biar semua tertib. Tidak boleh ada lagi tumpang tindih dan konflik horizontal. Aturannya harus jelas, pengawasannya harus ketat,” tegas Bang Aka.

Bang Aka menambahkan, Pemprov NTB terbuka untuk semua elemen. *“Kritik itu vitamin. Termasuk soal jalan Lunyuk-Lenangguar, ilegal logging, ilegal mining, IPR tambang rakyat di Kabupaten Sumbawa, maraknya tambang ilegal di KSB, hingga pelayanan Bank NTB Syariah yang dikeluhkan masyarakat, datanya sudah kami terima. Akan kami koordinasikan dengan Dinas PUPR, Dinas ESDM, dan Bank NTB Syariah untuk percepatan penanganan. Isu dan kritikan memang harus direspon cepat. Mari kita bangun narasi positif bersama untuk NTB,” tutup Bang Aka.

“Prinsipnya, persoalan jalan dan tambang ilegal serta persoalan sosial ini akan diatensi secara khusus. Insya Allah akan kami sampaikan kepada Pak Gubernur apa yang disampaikan oleh kawan-kawan PP NTB,” pungkas Bang Aka.

Daftar Hadir MPW PP NTB:

1. Eddy Sophiaan, ST  Ketua MPW PP NTB
2. Barri Jadit Ketua MPO PP NTB  
3. LB Sahruddin (Bang Sandy) Ketua MPC PP Sumbawa
4. L. Welly Ketua MPC PP Lombok Tengah
5. Hendri Sekjen MPC PP Lombok Barat
6. Buyung Ketua MPC PP Kota Bima
7. Indra Jaya Wakil Ketua MPW
8. Muhammad Rais Humas MPW PP NTB
9. Hafid Hasyim Wakil Ketua MPW
10. Gusti (Joy) Ketua MPC PP KSB
11. Abdurrahman Ketua MPC PP Dompu
12. Ahyar Bidang ESDM MPW PP NTB
13. Angga MPC Kota Bima
14. Harun MPC Kabupaten Lombok Utara 
15. Ruhman MPC Lombok Timur 
16. Bakti Jaya MPC Kota Mataram 

Audiensi ini diharapkan jadi pintu masuk kerja sama konkret Diskominfotik NTB dan MPW PP NTB dalam edukasi digital, kampanye informasi publik, dan pemberdayaan pemuda NTB. (BR)