BANDA ACEH — Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Mirza Tabrani, mengapresiasi langkah Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang tetap melanjutkan studi pada Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK di tengah padatnya agenda pemerintahan.
Menurut Rektor, keputusan tersebut bukan sekadar langkah akademik, tetapi juga mencerminkan kepemimpinan progresif yang menempatkan peningkatan kapasitas diri sebagai prioritas strategis.
“Kami mengapresiasi semangat Bapak Fadhlullah yang memilih melanjutkan studi Magister Manajemen di USK. Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Aceh, komitmen untuk terus belajar merupakan teladan yang sangat baik,” ujar Prof. Mirza.
Ia menilai, langkah yang diambil Wagub Aceh tersebut menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak berhenti pada capaian jabatan, melainkan terus berinvestasi pada peningkatan kompetensi dan kualitas diri. Hal ini, kata dia, menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan daerah harus ditopang oleh kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan berbasis pengetahuan.
Lebih jauh, Rektor menekankan bahwa kehadiran figur publik seperti Fadhlullah di ruang akademik akan memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Pengalaman praktis di pemerintahan dinilai mampu memperkaya diskursus, khususnya dalam isu manajemen publik dan tata kelola daerah.
“Program Magister Manajemen USK yang telah terakreditasi unggul dirancang untuk memperkuat kapasitas manajerial dan kepemimpinan, terutama dalam menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin dinamis. Kehadiran beliau tentu menjadi energi positif bagi lingkungan akademik,” tambahnya.
Langkah Fadhlullah ini juga dipandang sebagai bentuk nyata implementasi lifelong learning di kalangan pejabat publik. Di tengah tuntutan kinerja yang tinggi, keputusan untuk kembali ke bangku kuliah menjadi pesan kuat bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab jabatan.
Program Magister Manajemen FEB USK sendiri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin daerah yang visioner, adaptif, dan berdaya saing.
Keputusan Wagub Aceh tersebut diharapkan dapat menjadi role model bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan aparatur sipil negara, untuk tidak berhenti belajar serta terus meningkatkan kapasitas diri demi mendorong kemajuan Aceh ke depan. (*)
