Lombok Timur, NTB– Puncak perayaan Milad ke-23 Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Baiturrahim terasa begitu emosional dan sarat makna. Meski diguyur hujan deras yang membuat tubuh basah kuyup, ratusan jemaah dari berbagai penjuru tetap setia bertahan di lokasi untuk mengikuti Tabligh Akbar sebagai penutup rangkaian acara, Minggu (26/04/2026).
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Lombok Timur, perwakilan BAZNAS Provinsi, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, jajaran Polres dan Polsek, Dandim serta Babinsa Lombok Timur, hingga pengurus pondok pesantren dari berbagai wilayah.
Suasana semakin khidmat saat TGH Dr. M. Sukiman Azmy, M.M., Mantan Bupati Lombok Timur dua periode, naik ke podium untuk menyampaikan tausiyah. Beliau mengulas sejarah perjuangan luar biasa dari pendiri Yayasan Ponpes Baiturrahim, Almaghfurlah Drs. TGH. Syafi'i Kamal.
"Beliau adalah sosok mujahid pendidikan yang gigih, tegas, dan berani. Apa yang kita nikmati hari ini—gedung-gedung yang berdiri kokoh dan ratusan santri yang menimba ilmu—adalah buah dari tetesan keringat serta doa-doa panjang beliau semasa hidupnya," kenang TGH. Sukiman Azmy di hadapan jemaah yang menyimak dengan penuh haru.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Ponpes Baiturrahim, Muhammad Khatam Zam Zami, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya inklusivitas dan persatuan. Beliau menegaskan bahwa Ponpes Baiturrahim adalah wadah besar bagi seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi.
"Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahim tidak memiliki sekat antarorganisasi. Baik itu NU, NW, Muhammadiyah, maupun lainnya, semuanya adalah bagian dari satu ukhuwah Islamiyah. Di sini kita bersatu untuk kemajuan umat," tegasnya.
Ia pun menutup pesan persatuannya dengan sebuah ajakan khas: "Kita hidup di Bumi Patuh Karya, maka mari kita patuh-patuh dalam berkarya."
Selain pesan persatuan, Muhammad Khatam Zam Zami juga mengumumkan gebrakan baru. Yayasan berencana akan segera mendirikan Pondok Pesantren Lansia di Desa Timba Nuh, Kecamatan Pringgasela.
Program ini bertujuan agar para lansia, khususnya di wilayah Lombok Timur, mendapatkan tempat pembinaan spiritual yang intensif di masa tua, guna menyongsong Husnul Khatimah. Langkah ini menjadi bukti nyata dari pilar "Refleksi, Aksi, dan Inovasi" yang diusung sebagai tema besar Milad tahun ini.
Meskipun dalam kondisi basah kuyup di bawah tenda, ratusan jemaah mulai dari tokoh masyarakat hingga santri tetap bergeming dan tak bergeming. Keteguhan ini dimaknai sebagai tanda keberkahan, di mana hujan dianggap sebagai rahmat yang mengiringi majelis ilmu tersebut.
Tepat pukul 18:00 WITA, seluruh rangkaian perayaan Milad ke-23 resmi berakhir. Selama tiga hari berturut-turut, panitia sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan positif seperti Napak Tilas Perjuangan, Layanan Pengobatan Gratis, Panggung Karya Santri, hingga Jalan Sehat Massal.
Dengan semangat #BaiturrahimMoving dan #NewBaiturrahim, Yayasan pondok pesantren ini kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang menjunjung tinggi sejarah, persatuan umat, dan kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat.
Laporan : Bagoes
