Lombok Timur, NTB – Menyikapi rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Kepolisian Resor Lombok Timur menggelar kegiatan Gladi Posko/Olah Strategi Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) serta Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Rupatama Polres Lombok Timur, Senin (27/04/2026), pukul 10.00 WITA hingga selesai dalam keadaan aman dan lancar.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polres Lombok Timur, Kompol Sidik Pria Mursita, S.H., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat utama serta pejabat fungsi di lingkungan Polres Lotim, di antaranya Kabag Ops, Kasat Intelkam, KBO Samapta, Kasat Binmas, Kasi Humas, serta para kepala seksi dan operator terkait.
Dalam pemaparannya, Kabag Ops menjelaskan secara rinci tahapan pengamanan yang akan dilaksanakan. Hal ini bermula dari diterimanya surat pemberitahuan pelaksanaan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah Lombok Timur oleh Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat. Aksi tersebut diangkat dengan tuntutan penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Adapun tahapan strategi yang disusun meliputi:
1. Tahap Pemberitahuan: Polres Lotim telah menerima surat pemberitahuan resmi pelaksanaan aksi dan segera menindaklanjutinya dengan langkah-langkah operasional.
2. Tahap Penggalangan: Satuan Intelkam secara intensif melakukan pendekatan dan penggalangan kepada pemimpin aksi agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis. Selain itu, dilakukan pula antisipasi terhadap kemungkinan adanya pihak penyusup yang berniat menunggangi massa. Penggalangan juga dilakukan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh politik. Seluruh gambaran situasi dituangkan dalam perkiraan intelijen sebagai dasar kebijakan pimpinan.
3. Penyusunan Administrasi Pengamanan: Mengacu pada perkiraan intelijen yang menyebutkan estimasi jumlah massa cukup besar, Polres Lotim menyusun Rencana Pengamanan (Renpam) dan mengajukan bantuan kekuatan dari Polda NTB berupa 1 Sektif Pasukan Dalmas dan 1 Sektif Pasukan Brimob beserta sarana prasarana pendukungnya.
4. Rapat Koordinasi: Kapolres memerintahkan Kabag Ops untuk melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral guna menyamakan persepsi dan menentukan pola pengamanan. Dilanjutkan dengan pelaksanaan TFG agar seluruh personel memahami skenario pergerakan, tugas, dan tanggung jawab masing-masing di lapangan.
Untuk memastikan keamanan berjalan maksimal, Polres Lotim menetapkan tiga strategi utama, yaitu:
- Preemtif: Melakukan deteksi dini terhadap aktor penggerak aksi, pemetaan kelompok massa, jumlah kekuatan, sarana yang digunakan, hingga titik kumpul massa.
- Preventif: Melibatkan unsur TNI Kodim 1615 Lotim, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Satgas Kesbangpol untuk melakukan patroli berskala besar. Tujuannya adalah menjaga situasi kondusif, mencegah kepanikan, mengantisipasi aksi pembelian serentak, serta mengendalikan penyebaran isu dan berita bohong atau hoaks di masyarakat.
- Represif: Penegakan hukum secara tegas bagi siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran, seperti penimbunan barang, tindakan provokasi, hingga perbuatan anarkis yang merugikan masyarakat dan negara.
Menyikapi potensi lonjakan harga dan kerawanan di sektor energi, Kapolres Lotim memerintahkan penempatan personel pengamanan di setiap Stasiun Pengisian Kembali Bahan Bakar (SPBU), baik yang dinilai rawan maupun tidak, dengan porsi 10 persen dari kekuatan yang dikerahkan.
Selain itu, kekuatan pengamanan juga disiagakan dalam sistem kompi kerangka rayonisasi Polsek yang terbagi menjadi lima zona dengan porsi kekuatan seimbang masing-masing 30 persen dari total kekuatan, meliputi:
- Zona Tengah: Polsek Selong, Sukamulia, Labuhan Haji, dan Suralaga.
- Zona Barat: Polsek Terara, Sikur, Masbagik, Montong Gading, dan Pringgasela.
- Zona Timur: Polsek Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, dan Kayangan/Labuhan Lombok.
- Zona Selatan: Polsek Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru.
- Zona Utara: Polsek Suela, Sembalun, dan Sambelia.
Dalam arahannya, Wakapolres Lotim, Kompol Sidik Pria Mursita, S.H., menekankan agar seluruh jajaran mengantisipasi kemungkinan terburuk, dengan menetapkan Kabag Ops sebagai komandan pelaksana di lapangan.
"Kita harus waspada terhadap kemungkinan pihak-pihak tertentu, baik LSM maupun mahasiswa, yang memanfaatkan isu internasional maupun isu daerah untuk memicu keributan. Seluruh tindakan harus tetap berada di bawah kendali pimpinan dan sesuai tupoksi masing-masing. Perhatikan prosedur SOP, terutama dalam kondisi mendesak, jangan sampai ada personel yang menjadi korban. Terakhir, lakukan pendekatan dan kerjasama erat dengan instansi terkait agar kita bergerak bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tegasnya.
Pada sesi TFG, seluruh strategi yang telah dipaparkan dijabarkan kembali dalam simulasi peta untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan, sehingga setiap personel benar-benar paham alur kerja dan tanggung jawabnya.
Dalam sesi ini juga disampaikan penekanan khusus oleh para pejabat fungsi:
- Wakapolres: Ingatkan kembali agar dalam bertugas selalu mengutamakan keselamatan rekan, menguasai medan operasi, dan penempatan personel harus tepat sasaran agar efektif.
- Kasat Intelkam: Perkuat deteksi dini dan jalin komunikasi yang baik dengan instansi mitra seperti TNI dan Satpol PP.
- Kanit Kamsel Lantas: Penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan telah disiapkan sedemikian rupa untuk memastikan arus lalu lintas tetap aman, lancar, dan kondusif meskipun ada aktivitas massa.
Kegiatan Gladi Posko dan TFG ini berakhir pukul 11.20 WITA dalam keadaan aman, lancar, dan seluruh peserta dinyatakan paham serta siap melaksanakan tugas pengamanan dengan sebaik-baiknya.
Laporan : Bagoes
