Oknum Wartawan Di Lombok Timur Diamankan, OTT Melakukan Pemerasan dan Positif Sabu!!!

Barsela24news.com
                       Foto: Ilustrasi
 
Lombok Timur, NTB - Barsela24news.com | Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gesit dilakukan oleh tim Polres Lombok Timur berhasil menjaring seorang pria berinisial MI yang telah lama mengganggu masyarakat dengan tindak pidana pemerasan. Pelaku yang ditangkap pada Senin malam (30/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA di sebuah kafe ramai di Kecamatan Labuhan Haji, ternyata menyamar sebagai wartawan dan menguji positif zat terlarang jenis sabu!
 
Kisah kejahatan ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan darurat dari seorang warga yang merasa terjepit oleh ancaman pelaku. Kasat Reskrim Polres Lombok Timur Akp Ari Kusnandar mengungkap, pelaku dengan licik menggunakan nama baik profesi wartawan untuk melakukan aksi keji.
 
"MI mengaku sebagai wartawan dan memberikan ancaman tajam, jika tidak diberi uang sebesar Rp20 juta, ia akan mempublikasikan berita yang dianggap merusak nama baik korban. Namun jika permintaan terpenuhi, ia akan menghapus atau membatalkan pemberitaan tersebut," ungkapnya dengan nada menekankan.
 
Setelah melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengumpulkan bukti yang kuat, tim penyidik akhirnya mengambil langkah tegas dengan melakukan OTT yang tepat pada saat pelaku tengah melakukan transaksi dengan korban.
 
Dalam aksi OTT yang tanpa kompromi tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti yang menjadi bukti tak terbantahkan, antara lain:

- Uang tunai sebesar Rp8 juta yang merupakan sebagian dari uang hasil pemerasan
- Satu unit motor Honda PCX warna merah, kendaraan andalan pelaku untuk mengintai dan menjaring korban
- Tas serta dompet pribadi MI yang berisi alat-alat yang digunakan untuk melakukan pemerasan
 
Tak hanya itu, hasil pemeriksaan cepat menggunakan alat uji narkoba menunjukkan bahwa pelaku positif mengkonsumsi sabu. Pihak kepolisian menduga, semua aksi pemerasan yang dilakukan MI berlangsung ketika dirinya dalam kondisi terpengaruh zat adiktif tersebut, membuatnya semakin berani dan tidak berpikir panjang.
 
Kasus ini kini berada di bawah pengawasan ketat Satreskrim Polres Lombok Timur. Tim penyidik tengah bekerja ekstra keras untuk mengungkap setiap sudut kasus, termasuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang belum berani melapor, serta menelusuri jalur distribusi dan sumber narkoba yang digunakan pelaku.
 
"Kami tidak akan berhenti sampai di sini , kami akan menggali setiap detail untuk menemukan apakah ada korban lain yang menjadi mangsa, serta mengikuti jejak narkoba hingga ke akarnya agar tidak ada lagi korban yang menderita," tegas Akp Ari Kusnandar.
 
Polisi juga mengeluarkan seruan keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengalami atau menyaksikan upaya pemerasan yang menyalahgunakan nama profesi apapun, termasuk wartawan.
 
"Profesi wartawan adalah profesi yang memiliki integritas dan etika tinggi. Jangan biarkan oknum seperti MI merusak nama baik profesi tersebut. Segera hubungi pihak kepolisian jika Anda menemukan hal yang mencurigakan!" pungkasnya.
 
Laporan : Bagoes