Balita 2 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Pemancingan di wilayah Masbagik Lombok Timur

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB– Sebuah musibah tragis menimpa warga di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Seorang balita berusia 2 tahun berinisial D.A meninggal dunia setelah tercebur dan tenggelam di kolam pemancingan ikan milik warga setempat, Minggu (24/5/2026). Kejadian nahas ini terjadi saat sang ayah diketahui tidak sedang mengawasi anaknya karena sibuk membersihkan sampah di pinggir kolam.
 
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Unit Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polsek Masbagik serta keterangan Bhabinkamtibmas Desa Danger, peristiwa bermula sekitar pukul 07.00 WITA, ketika korban bersama ayahnya, Indra Adicandra (35 tahun), berangkat menuju lokasi kolam pemancingan milik Sdr. Yunus. Lokasi kejadian berada di Kp. Dasan Dusun Paokmotong Esoh, Desa Paokmotong, dan berjarak sekitar 200 meter dari kediaman korban.
 
Sesampainya di lokasi, korban dibiarkan bermain sendiri di pinggir kolam, sementara sang ayah yang berprofesi sebagai buruh sekaligus peladen di tempat tersebut, beralih ke sisi timur kolam untuk membersihkan atau menyapu sampah. Dalam kurun waktu tersebut, Indra diketahui tidak memantau atau mengawasi gerak-gerik anak semata wayangnya.
 
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi menjadi bukti jelas bagaimana peristiwa mematikan itu terjadi. Dari rekaman tersebut terlihat D.A sedang bermain-main dengan sebuah ember kecil di tepi kolam. Diduga ingin mengambil air, balita tersebut menundukkan badannya terlalu jauh ke arah permukaan air, hingga kehilangan keseimbangan dan langsung tercebur ke dalam kolam yang cukup dalam.
 
Saat korban jatuh dan meronta-ronta di dalam air, sang ayah yang sedang fokus menyapu dikabarkan tidak mendengar suara teriakan maupun riak air. Baru sekitar 10 menit kemudian, setelah selesai membersihkan lokasi dan berbalik badan, Indra terkejut bukan kepalang saat melihat tubuh anaknya sudah mengapung di tengah kolam.
 
Tanpa berpikir panjang, Indra langsung menerjunkan dirinya ke dalam kolam dan berusaha menolong korban. Korban kemudian dibawa secepatnya ke Puskesmas Masbagik untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa sang buah hati tidak tertolong lagi. Korban tiba di Puskesmas pada pukul 07.30 WITA dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh mulai membiru. Petugas medis hanya sempat mengeluarkan air dari perut korban sebelum akhirnya memastikan nyawa korban sudah tidak ada.
 
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga sekitar, Indra Adicandra selaku ayah korban diketahui memiliki riwayat kesehatan berupa gangguan kejiwaan. Warga menceritakan Indra kerap terlihat melamun dan kurang fokus dalam aktivitas kesehariannya, selain bekerja sebagai buruh dan membantu pengelolaan kolam milik tetangganya.
 
Pihak keluarga besar telah menerima kejadian ini sebagai takdir dan musibah belaka. Mereka meyakini insiden ini murni terjadi akibat kelalaian sang ayah dalam menjaga dan mengawasi anaknya saat berada di dekat sumber air.
 
Menurut laporan yang diterima, pihak keluarga telah menolak permintaan otopsi pada jenazah korban. "Keluarga sudah ikhlas dan menerima ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan otopsi dan jenazah langsung dibawa ke rumah nenek korban di Dusun Repok Raden, Desa Danger," tertulis dalam laporan tersebut.
 
Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan pada hari yang sama, Minggu (24/5/2026) pukul 16.00 WITA di pekuburan umum Dusun Repok Raden, Desa Danger.
 
Pasca kejadian, pihak kepolisian memastikan situasi di lokasi kejadian maupun di rumah duka terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gejala keributan maupun ketidaktenangan yang terjadi di tengah masyarakat sekitar.
 
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat orang tua terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang memiliki akses dekat dengan kolam, sungai, atau sumber air lain, mengingat risiko bahaya yang mengancam nyawa dapat terjadi dalam hitungan detik saja.

Laporan : Bagoes